kubikel

6 Mitos Bahasa Tubuh yang Sering Disalahpahami, Menghindari Kontak Mata Pasti Tanda Berbohong?

Jumat, 16 Mei 2025 | 11:58 WIB
Tangan Jennifer Garner yang menyilang dan menutup tubuh dengan tekanan yang kuat menunjukkan sikap melindungi diri dari mantan suaminya, Ben Affleck. (In Touch Weekly)

PejuangKantoran.com - Bahasa tubuh sering dipandang sebagai bentuk komunikasi yang sangat kuat, bahkan kadang dianggap lebih berpengaruh dibandingkan kata-kata.

Namun, dalam praktiknya banyak anggapan populer mengenai bahasa tubuh yang tidak sepenuhnya akurat. Mitos-mitos ini bukan hanya menyesatkan, tetapi juga membuat pesan yang ingin disampaikan disalahartikan.

Berikut enam mitos seputar bahasa tubuh yang perlu ditinjau kembali berdasarkan bukti ilmiah dan pemahaman sosial yang lebih mendalam.

Baca Juga: Sudah Jadi Tentara Rusia, Satria Arta Kumbara Dipecat dari TNI AL dan Kehilangan Kewarganegaraan

1. Sebanyak 93% komunikasi adalah nonverbal

Angka 93% yang sering dikaitkan dengan komunikasi, yaitu 55% bahasa tubuh, 31% nada suara, dan 7% kata-kata, sebenarnya berasal dari studi terbatas Albert Mehrabian pada tahun 1960-an.

Penelitian itu membahas situasi ketika kata-kata tidak sejalan dengan ekspresi. Misalnya, saat seseorang berkata "enggak apa-apa, kok", tetapi ekspresinya terlihat kesal.

Padahal, dalam obrolan sehari-hari, kata-kata tetap berperan besar.

Bahasa tubuh dan intonasi memang bisa memperkuat atau mengaburkan makna, tetapi pemahaman utuh hanya terbentuk saat ketiganya bekerja bersama dalam konteks yang sesuai.

2. Postur tertutup menunjukkan sikap menutup diri

Baca Juga: Buat yang Mau Tambah Daya, Pakai Program PLN Diskon 50% Bisa Hemat Lebih dari Rp3 Juta!

Gerakan seperti menyilangkan tangan atau berpaling sering dianggap sebagai tanda defensif atau penolakan. Namun, gerakan tersebut bisa juga muncul karena alasan sederhana seperti merasa nyaman, kebiasaan, atau suhu ruangan yang dingin.

Bahasa tubuh tidak bisa diartikan secara kaku. Justru setiap gerakan harus dipahami dalam konteks situasi, lingkungan, dan kebiasaan individu yang bersangkutan.

3. Menghindari tatapan mata adalah tanda berbohong

Menghindari kontak mata sering disalahartikan sebagai tanda kebohongan. Padahal ini tidak selalu benar, karena beberapa orang justru menahan kontak mata secara berlebihan agar terlihat meyakinkan.

Halaman:

Tags

Terkini