Sebagai contoh, kamu bekerja sebagai manajer perawat dalam industri perawatan kesehatan.
Meskipun menunjukkan pengetahuan tentang bidang medis penting, tetapi tunjukkan juga kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan anggota tim dan populasi pasien yang beragam.
Menyoroti fokus dalam mengelola personil dan memberikan dukungan emosional kepada tim perawat selama COVID-19, misalnya, mampu menunjukkan profesionalisme lebih dari sekadar mencantumkan “kepemimpinan” atau “manajemen tim”.
Baca Juga: Foo Fighters Akan Konser di Jakarta Oktober 2025, Simak Detailnya
Misalnya dengan membuat poin sebagai berikut:
- Membuat program pelatihan tentang pencegahan infeksi dan protokol keselamatan COVID-19 sebagai respons terhadap pandemi global.
- Memimpin upaya untuk menyediakan sumber daya kesehatan mental dan dukungan emosional kepada tim medis yang menangani trauma mental dan emosional.
- Mempelopori inisiatif untuk mendorong pengembangan profesional perawat terdaftar melalui seminar pelatihan kepemimpinan dan memberikan pembinaan dan bimbingan berkelanjutan.
3. Buat bagian soft skills yang disesuaikan untuk setiap lamaran
Meskipun mencantumkan soft skills di CV tidak akan menunjukkan kepada manajer perekrutan kalau kamu menggunakannya sehari-hari, tetap penting untuk menampilkan bagian ini.
Apalagi manajer perekrutan memiliki waktu terbatas untuk membaca secara mendalam setiap CV yang diterima.
Baca Juga: Jadi Playboy di Series Leo di Februari, Cinta Brian Teringat Pengalaman Pribadinya Saat SMA
Jadi, masukkan soft skills utama yang akan memaksimalkan dampaknya jika rekruter hanya melakukan pemindaian awal yang cepat.
Dengan begitu, perekrut bisa langsung mendapatkan gambaran seperti apa kamu sebagai kandidat, hanya dari melihat hard skills dan soft skills di CV.