Ini bukan sekadar anekdot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang suka begadang sering mendapat nilai lebih tinggi dalam tes kecerdasan.
Ini karena mereka cenderung menjadi pemikir yang orisinil, lebih berani mempertanyakan norma-norma, dan lebih baik dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Mengapa?
Salah satu alasannya karena mereka terjaga saat semua orang sudah terlelap, sehingga lebih sedikit gangguan, dan lebih sedikit interupsi.
Baca Juga: Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha oleh BRI Peduli Juga Mendorong Daya Saing UMKM
Ini membuat mereka memiliki lebih banyak ruang untuk berpikir secara mendalam, bertanya-tanya, dan berkreasi. Dalam suasana hening, mereka lebih sering berinovasi.
Kurangi rasa bersalah karena baru bekerja malam hari
Ada semacam penilaian yang kurang adil terkait kebiasaan bekerja pada malam hari. Seolah-olah produktivitas hanya diakui ketika seseorang bekerja pada pagi hari, sedangkan yang memulainya terlalu sore dianggap malas.
Padahal, produktivitas, kreativitas, dan kecerdasan tidak memiliki jam malam. Ini akan muncul ketika kamu beristirahat dengan cukup dan selaras dengan ritme diri.
Jika kamu adalah tipe yang lebih suka bekerja pada malam hari, ini beberapa cara untuk berkembang:
• Temukan tempat kerja yang jam kerjanya fleksibel, bisa bekerja remote, menjadi freelancer, atau bekerja di industri kreatif yang memungkinkan karyawan untuk masuk kerja lebih siang.
Baca Juga: Yuk, Belajar Jadi Penerjemah Karya Sastra di Program Laboratorium Penerjemahan Sastra!
• Nikmati hari kamu tanpa rasa bersalah dan tidak terburu-buru. Lakukan peregangan, minum kopi, dan biarkan tubuh mengikuti pikiran kamu.
• Beri tahu orang-orang yang berhubungan dengan kamu kapan waktu kamu yang paling produktif sehingga mereka memiliki ekspektasi dan membuka ruang untuk saling memahami.
Asalkan kamu tetap bisa produktif, tak perlu merasa bersalah jika kamu lebih suka begadang dan bangun siang.