Pejuangkantoran.com - Biasanya, mentoring di tempat kerja melibatkan pemimpin senior yang membimbing karyawan baru. Namun, zaman sudah mulai berubah.
Sekarang ada perubahan menarik, yaitu karyawan yang lebih muda atau belum lama bekerja mulai berbagi pengetahuan mereka kepada atasan.
Fenomena ini dikenal sebagai reverse mentorship.
Dalam tren ini, karyawan junior lah yang membimbing eksekutif atau senior, terutama dalam bidang yang lebih baru. Misalnya mengenai tren digital atau cara berkomunikasi dengan generasi muda, seperti Gen Z dan Gen Alpha.
Model mentoring ini menjadi strategi penting, terutama di dunia pemasaran yang terus mencari pendekatan segar dan autentik.
Baca Juga: Cara Mengatasi Rasa Takut Bertanya Saat Meeting (Tenang, Karyawan Senior pun Banyak yang Mengalami!)
Perspektif segar dari karyawan junior
Reverse mentorship membuka peluang bagi junior membagikan wawasan soal budaya dan digital yang lebih mereka ketahui.
Apalagi perusahaan saat ini harus tetap relevan di mata generasi muda, yang salah satunya bergantung pada perspektif dan keahlian karyawan junior untuk menyesuaikan komunikasi mereka.
Di sisi lain, mentoring ini bukan hanya soal perbedaan usia. Inti dari reverse mentorship adalah berbagi pengetahuan yang aplikatif, keterampilan khusus, dan perspektif yang berbeda.
Tak masalah jika seorang mentor mungkin atau belum lama bekerja, asalkan memiliki pengalaman atau wawasan yang relevan dan dibutuhkan oleh senior untuk mengikuti perkembangan zaman.
Manfaat utama reverse mentorship untuk perusahaan
- Mendorong inovasi
Karyawan yang lebih baru biasanya memiliki kedekatan yang lebih tinggi dengan perkembangan tren digital dan media sosial.