PejuangKantoran.com - Jika dilakukan dengan benar, employee monitoring software atau software pemantauan karyawan memang bisa meningkatkan produktivitas kamu sebagai karyawan.
Namun, wajar jika kamu khawatir software ini akan melanggar privasi atau membuat kamu mengalami pengawasan yang berlebihan dari perusahaan.
Berikut adalah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada kamu sebagai karyawan, jika perusahaan menggunakan employee monitoring software.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Gigi Kamu (dan Cara Menghindarinya)
- Melanggar privasi
Salah satu kekhawatiran terbesar karyawan adalah software pemantauan dapat melacak data pribadi, pesan, atau bahkan kata sandi.
Kamu tentu saja tak mau merasa diawasi terus-menerus, terutama di lingkungan kerja remote yang bisa membuat kehidupan pribadi dan pekerjaan tumpang tindih.
Pastikan saja pada perusahaan bahwa software yang digunakan dirancang untuk melacak hanya aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan, bukan data pribadi.
Dengan begitu pemantauan akan menciptakan transparansi, bukannya melanggar privasi.
- Menghancurkan kepercayaan di tempat kerja
Employee monitoring software bisa membuat kamu menganggap atasan tidak percaya dengan pekerjaan kamu dan mereka diawasi hanya untuk mencari-cari kesalahan.
Namun, kuncinya ada pada cara pemantauan diterapkan. Jika perusahaan menjelaskan bahwa semua orang, bahkan termasuk pimpinan, juga ikut dipantau, maka kamu seharusnya merasa aman.
Ini karena artinya pemantauan tidak memata-matai dan hanya menjadi alat produktivitas standar yang bermanfaat bagi seluruh perusahaan.
Baca Juga: Vakum 17 Tahun, Rieke Diah Pitaloka Main Film Lagi di 'Agen 62' dengan 8 Karakter Sekaligus!
- Merasa tertekan untuk selalu “aktif”
Dengan adanya alat pemantauan, kamu mungkin khawatir jika layar komputer atau laptop tidak aktif hanya selama beberapa menit. Kamu jadi takut alat tersebut akan menandai kamu mereka sebagai karyawan yang tidak produktif.
Namun, jika perusahaan menggunakan alat pemantauan terbaik, kamu tidak perlu merasa seperti ini karena alat tersebut melacak produktivitas, bukan hanya gerakan.