Pesan ini mencegah kesalahpahaman dan membantu orang lain mencari solusi lebih cepat, tanpa harus mengirim email berulang kali.
Ini juga menjadi bagian dari komunikasi profesional yang menunjukkan tanggung jawab terhadap pekerjaan, meski sedang cuti.
Baca Juga: Abimana Aryasatya Lakukan Banyak Stunt yang Membahayakan Diri Sendiri di Series 'Roman Dendam'
4. Tulis pesan yang jelas dan ringkas
Notifikasi out of office yang baik harus berisi informasi penting yang disampaikan dengan singkat untuk membuat alur kerja tetap lancar, meski tanpa kehadiran kamu secara langsung.
Sertakan tanggal kembali bekerja dan kontak alternatif yang bisa dihubungi selama liburan. Jika ada rekan kerja atau tim yang bisa membantu, cantumkan alamat email mereka.
5. Tunda kirim email bila tidak mendesak
Saat cuti, sebaiknya tunda dulu mengirim email tentang pekerjaan. Kecuali pesan yang akan disampaikan mendesak, sebaiknya tunda dulu dan simpan email sebagai draf untuk dikirim setelah kembali aktif bekerja.
Jika kamu tetap perlu mengirim email, gunakan subjek yang sesuai situasi kamu saat ini. Misalnya, tulis “Akan dibalas setelah cuti” yang menjelaskan bahwa kamu tidak akan mengirim balasan dalam waktu dekat.
Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Easy Run Dianggap Sebagai Fondasi Yang Baik Bagi Pelari Pemula
Ini akan membuat penerima tahu bahwa kamu tidak akan standby saat cuti, dan kamu tetap menikmati waktu liburan tanpa gangguan.
6. Beri ruang untuk benar-benar libur
Meninggalkan notifikasi out of office yang tepat akan memberi ruang untuk benar-benar menikmati waktu libur secara utuh. Hal ini bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk perusahaan.
Secara tidak langsung ini akan menciptakan budaya kerja yang lebih sehat dan saling menghargai antara perusahaan dan karyawan.