Pejuangkantoran.com – Salah satu skill atau keterampilan profesional yang selalu dibutuhkan adalah keterampilan negosiasi. Ini karena negosiasi adalah seni mencapai kesepakatan tanpa merusak hubungan.
Negosiasi hampir terjadi setiap hari, misal ketika kamu menyepakati deadline dengan rekan kerja, ketika kamu berbagi beban pekerjaan dengan rekan kerja, hingga ketika kamu sedang mengajukan kenaikan gaji atau promosi karir.
Sementara dalam level organisasi/korporasi, negosiasi dibutuhkan ketika menentukan nilai kontrak, biaya, dan jangkauan kerjasama.
Sedangkan dalam pengelolaan organisasi, negoasiasi menjadi pening karena kamu jadi mampu mendengarkan kepentingan berbagai pihak, mengarahkan perbedaan menjadi solusi bersama, dan membangun kepercayaan.
Bagi kamu pribadi, ketika berhasil melakukan hal-hal di atas melalui keterampilan negosiasimu, maka ini bisa meningkatkan reputasimu dan membuka peluang karir yang lebih baik.
Lalu, bagaimana kamu bisa meningkatka ketermapilan negosiasi? Berikut ini 7 keterampilan yang harus kamu asah terus agar kemampuanmu dalam berngosiasi menjadi andalan:
- Komunikasi Interpersonal
Ini adalah kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan mendengarkan secara aktif. Keterampilan ini memengutuhkan tteknik bertanya terbuka, bahasa tubuh yang tepat, nada suara yang meyakinkan namun tidak agresif
Contoh: Seorang manajer sedang menegosiasikan jadwal kerja fleksibel dengan staf. Ia berkata:
“Saya memahami kamu butuh lebih banyak waktu bersama keluarga. Bisa ceritakan apa saja batas waktumu dalam seminggu agar kita bisa sesuaikan jadwal dengan tanggung jawab tim?”
Baca Juga: 3 Contoh Jawaban Saat Ditanya Tentang Gaji. Tunjukkan Rasa Percaya Diri Untuk Negosiasi!
- Pemikiran Kritis dan Analitis
Mampu menganalisis situasi, memahami kepentingan pihak lain, dan menilai opsi yang paling rasional. Ini menuntut keterampilan dalam menimbang untung-rugi (cost-benefit analysis) dan mengidentifikasi tujuan terselubung (hidden interests)
Contoh: Dalam negosiasi kontrak vendor, seorang analis menyampaikan:
“Jika kita memilih skema A, biaya bulanan naik 20%, tetapi downtime turun hingga 80%. Menurut saya, secara jangka panjang skema ini lebih efisien.”
- Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence)
Mengenali dan mengelola emosi sendiri serta memahami emosi pihak lain, dengan cara empati, kontrol diri dalam situasi tegang, dan membangun rapport (hubungan personal)