Misalnya, waktu masih di usia 20-an, kamu mungkin lebih tertarik ke tempat kerja yang seru dan inovatif (adhocracy).
Namun, begitu sudah memikirkan cicilan rumah atau punya anak, bisa jadi kamu lebih nyaman di perusahaan yang teratur dan stabil (hierarki atau klan).
Lalu, bagaimana cara menentukan yang cocok buat kamu? Coba tanyakan ke diri sendiri:
- Kamu lebih suka kerja mandiri atau teamwork?
- Kamu nyaman kalau harus sering improvisasi atau lebih senang kalau jobdesck jelas dan tetap?
Baca Juga: Pemimpin Punya Peran untuk Ubah Budaya Kerja Toxic Jadi Lingkungan Kerja yang Lebih Sehat
Dari situ, kamu bisa menilai, budaya kerja mana yang paling pas buat situasi hidup kamu sekarang.
Salemi juga memberikan saran sederhana, yaitu lakukan evaluasi diri setiap enam bulan atau setahun sekali.
Cek lagi apakah pekerjaan sekarang masih sesuai sama kebutuhan dan apakah budaya kerja kantor bikin kamu bisa berkembang atau malah membuat stuck.
Intinya, jangan cuma fokus ke gaji atau posisi. Pentingkan juga budaya kerja yang bisa menjadi faktor kamu betah kerja atau malah ingin cepat resign. ***