kubikel

3 Mitos yang Salah Tentang Human Resources Division atau HR Division yang Wajib Kamu Luruskan Persepsinya

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:24 WIB
Tugas departemen HR itu sangat banyak, namun ada 3 mitos yang salah yang harus kamu luruskan! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Di banyak kantor, departemen HR atau Human Resources atau Sumberdaya Manusia, sering dianggap sebagai divisi yang bersifat administratif, dan menciptakan segala situasi terasa formal dan kaku.

Padahal, kerja HR sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Mereka juga berperan menjaga kenyamanan, memberi dukungan, dan memastikan karyawan bisa berkembang dengan baik.

Sayangnya, masih ada banyak anggapan keliru tentang HR yang membuat orang salah paham. Seperti tiga mitos besar yang paling sering muncul dan perlu diluruskan ini.

  1. HR selalu membela manajer

Banyak orang mengira HR otomatis akan selalu berdiri di pihak manajer. Padahal, tidak sesederhana itu.

HR justru sering kali menolak permintaan manajer kalau tidak sesuai prosedur atau merugikan karyawan. Ada kalanya HR bahkan menegur manajer yang menyalahgunakan wewenangnya.

Jadi, HR bukan sekadar tangan kanan atasan, tetapi juga penjaga agar keputusan yang diambil tetap adil.

Sebenarnya, banyak masalah bisa selesai lebih cepat kalau komunikasi antara manajer dan karyawan berjalan jelas. HR biasanya hanya masuk ketika ada konflik yang sudah sulit diatasi sendiri.

Baca Juga: Menggabungkan HR dan IT dalam Satu Divisi Tidak 100 Persen Ideal, Begini Risikonya!

  1. Menyampaikan keluhan ke HR menunggu sampai resign

Masih banyak karyawan yang baru berani bicara ke HR ketika sudah tidak betah dan memutuskan keluar. Sayangnya, di tahap itu sering kali sudah terlambat.

Lebih baik berbicara lebih awal ketika masalah baru mulai terasa. Dengan begitu, HR bisa mencari solusi yang lebih konstruktif. Bisa saja masalahnya teratasi tanpa harus mengambil langkah besar seperti pindah kerja.

Selain itu, HR juga bisa melihat pola dari banyak laporan serupa. Jika ada beberapa orang yang mengalami hal yang sama, berarti ada masalah yang lebih besar dan perlu segera ditangani.

Jadi, berbicara ke HR bukan hanya membantu diri sendiri, tetapi juga bisa berdampak baik untuk rekan kerja lain.

Meskipun tetap perlu diingat bahwa HR bekerja sesuai aturan perusahaan, jadi ada batasan sejauh mana mereka bisa membantu.

Baca Juga: Pentingnya Peran HR dalam Melakukan Mediasi Karyawan saat Terjadi Konflik di Tempat Kerja

Halaman:

Tags

Terkini