PejuangKantoran.com - Seiring perkembangan teknologi, semakin banyak perusahaan yang beralih ke sistem berbasis cloud. Mulai dari penyimpanan data, aplikasi bisnis, sampai sistem keamanan, semuanya kini bisa dijalankan lewat layanan cloud atau komputasi awan.
Untuk menjalankan layanan cloud, ada satu peran penting yang memastikan semuanya berjalan lancar, yaitu cloud engineer. Posisi ini memainkan peran kunci dalam dunia yang digerakkan oleh teknologi saat ini, membantu membentuk dan memelihara infrastruktur awan untuk keperluan bisnis.
Cloud engineer juga memainkan peran penting dalam menciptakan, merencanakan, dan mengimplementasikan sistem berbasis awan.
Baca Juga: Skill Saja Tidak Cukup, Ini yang Harus Dilakukan Fresh Graduate untuk Bersaing dengan AI
Lalu, apa saja tugas utama seorang cloud engineer?
1. Menilai teknologi dan mengatur pindahan ke cloud
Sebelum perusahaan benar-benar “pindah rumah” ke cloud, cloud engineer akan menilai dulu kondisi sistem yang sudah ada.
Mereka menganalisis apakah infrastruktur saat ini cocok untuk migrasi ke cloud dan bagaimana cara terbaik melakukannya tanpa mengganggu operasional bisnis.
Selain menguasai persoalan teknis, mereka juga perlu punya kemampuan komunikasi yang baik karena sering harus bekerja sama dengan vendor, tim IT lain, bahkan melaporkan progres ke manajemen.
Baca Juga: Rangga dan Cinta Jadi Hadiah Kelulusan Kuliah dan Pemenuhan Janji El Putra Sarira pada Orang Tua
2. Mengatur dan mengoptimalkan cloud
Setelah migrasi, tugas berikutnya adalah memastikan sistem cloud dikonfigurasi dengan benar. Mulai dari jaringan, akses pengguna, sampai keamanan data.
Tujuannya agar setiap orang bisa mengakses data sesuai perannya, dan supaya perusahaan tidak keluar biaya lebih karena penggunaan sumber daya cloud yang tidak efisien.
Cloud engineer juga harus jeli membaca kontrak layanan cloud computing agar perusahaan tidak salah hitung biaya atau kehilangan kendali atas data.