Pejuangkantoran.com - Hubungan antara karyawan dan atasan sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja. Atasan yang mendukung bisa membuat kamu semangat bekerja. Namun, begitu juga sebaliknya.
Jika kamu memiliki atasan yang sulit diajak kerja sama, ini bisa membuat kamu stres, tidak produktif, bahkan ingin segera resign.
Bagaimana kalau kamu sudah berusaha bersikap profesional, tetapi tetap tidak cocok dengan atasan? Apa yang harus dilakukan?
Cari bantuan HR
Langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja mencoba komunikasi langsung. Mungkin atasan tidak sadar kalau sikapnya membuat orang lain tidak nyaman.
Namun, kalau sudah dibicarakan baik-baik tetapi masalah tetap terjadi, kamu harus mulai mendokumentasikan perilakunya. Misalnya, dengan mencatat kejadian tertentu secara kronologis.
Baca Juga: Bekerja dengan Atasan yang Lebih Muda? Ini 8 Tips yang Bisa Dilakukan agar Pekerjaan Tetap Lancar
Jika masalah terus berulang dan mulai mengganggu pekerjaan, menurut Anita Grantham, seorang ahli ketenagakerjaan, saatnya kamu mencari bantuan dari HR.
Laporkan situasinya secara objektif dan tunjukkan bukti yang kamu punya. Namun, perlu diingat kalau kamu mengadu ke HR, besar kemungkinan atasan akan diberi tahu.
Jadi, mental kamu harus siap.
Bagaimana kalau banyak rekan kerja yang juga tidak suka?
Kadang, bukan cuma kamu yang kesulitan dengan atasan. Bisa jadi rekan-rekan lain juga punya pendapat yang sama. Namun, hati-hati jangan sampai kalian terjebak jadi "geng pengeluh".
Grantham menegaskan bahwa bergosip atau mengeluh di jam kerja atau lewat platform kantor adalah ide yang buruk. Bukan hanya bisa disalahartikan, tetapi ini juga meninggalkan jejak digital yang bisa jadi bumerang.
Lebih baik saling dukung secara pribadi. Curhat di nomor pribadi, tetapi tetap jaga profesionalisme saat bekerja. Ingat, tujuan kamu adalah bertahan dengan elegan, bukan memperkeruh keadaan.