Pejuangkantoran.com – Seperti yang kita pahami, storytelling sangat penting dalam sebuah bisnis. Ini karena storytelling adalah cara perusahaan berkomunikasi kepada audiens/target pasar.
Ini adalah cara membangun hubungan emosional dengan audiens/target pasar melalui narasi, baik untuk menjual produk, memperkenalkan merek, menyampaikan visi, atau membangun kepercayaan.
Stroytelling tak hanya bagaimana cara kita menyampaikan informasi penting dari perusahaan kepada audiens atau target pasar/market. Karena storytelling juga bisa membantu audiens memahami konteks sehingga bisa terbangun hubungan emosional antara perusahaan (produk) dengan audiens/target pasar.
Ketika hubungan emosional sudah terbangun, maka komunikasi melalui storytelling ini bisa memengaruhi audiens atau target pasar. Dan pada saat itulah misi dari komunikasi ini bisa tercapai secara efektif.
Mengingat pentingnya storytelling ini, maka secara umum semua karyawan pada sebuah perusahaan yang harus menyampaikan suatu inisiatif, ia wajib menguasai storytelling.
Baca Juga: Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!
Berikut ini cara meningkatkan keterampilan storytelling, terutama jika kamu ingin menerapkannya di dunia bisnis, edukasi, atau komunikasi profesional:
- Mulai dari Empati: Pahami Audiens
Storytelling bukan tentang “ceritaku,” tapi tentang “cerita yang bermakna bagi mereka.”
Langkahnya:
- Pahami audiensmu, misal usia, minat, nilai, keresahan;
- Apa yang mereka butuhkan atau khawatirkan?
- Apa perasaan yang ingin kamu bangkitkan (terinspirasi, yakin, tenang, percaya)?
Latihan: dengarkan cerita orang lain (pelanggan, rekan kerja, siswa) dan catat pola emosi yang muncul.
- Pelajari Struktur Cerita
Semua cerita kuat punya struktur yang mirip:
Awal (Situasi) → Konflik (Masalah) → Resolusi (Solusi atau Perubahan).
Gunakan kerangka populer seperti:
- The Hero’s Journey (Joseph Campbell): tokoh menghadapi tantangan, berubah, lalu kembali membawa pembelajaran.
- StoryBrand Framework (Donald Miller): pelanggan sebagai pahlawan, produk/merek sebagai pembimbing.
Latihan: pilih iklan favoritmu dan analisis alurnya, coba analisis, di mana “konflik” dan “resolusinya.”
Baca Juga: Jangan Remehkan Storytelling, Karena Strategi Komunikasi ini Bisa Berdampak Besar pada Perusahaan!