Pejuangkantoran.com – Komunikasi adalah salah satu infrastruktur yang mendasar dalam dunia kerja. Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan untuk berinteraksi. Di era borderless seperti saat ini, menguasai bahasa asing selain Bahasa Indonesia adalah mandatory.
Alasannya adalah:
- Dokumen teknis, SOP, kontrak, manual, riset, dan perangkat lunak mayoritas tersedia dalam bahasa asing.
- Tanpa bahasa tersebut, pekerja bergantung pada terjemahan yang akan meperlambat proses kerja, rentan adanya ketidak presisian, dan berisiko salah tafsir.
- Perusahaan cenderung memilih kandidat yang tidak menambah “biaya komunikasi”, karena penguasaan bahasa asing menurunkan transaction cost dalam organisasi.
Selain itu, bahasa akan mengikuti arah arus moda dan investasi. Dalam hal ini, bahasa bukan lagi sekadar sebagai alat komunikasi, namun sebagai indikator arah kekuatan ekonomi.
Alasan berikutnya, bahasa asing memberi akses langsung ke pengambil keputusan. Level manajemen sering menjadikan bahasa asing sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Apalagi jika ada ekspatriat dalam level ini.
Makanya, orang yang menguasai bahasa asing akan lebih sering dilibatkan dalam rapat-rapat penting, dipercaya sebagai liaison atau key staff, dan biasanya lebih cepat naik ke posisi koordinatif.
Dengan bahasa asing pun kita akan lebih mudah untuk up grade berbagai macam keterampilan dari sumber global.
Oleh karena itu, menguasai bahasa asing dengan terampil menjadi pembeda di pasar kerja. Makanya, di pengumuman lowongan kerja, menguasai bahasa asing menjadi poin plus bahkan mandatory.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Kecil Ini Bisa Bantu Kamu Cepat Belajar Bahasa Baru. Coba Lakukan, Deh!
Bahasa Asing dan Industri
Jadi, menguasai bahasa asing bukan soal prestise namun karena faktor struktural ekonomi, operasional, dan daya saing tenaga kerja. Yang menjadi pertanyaan, Bahasa apa saja yang saat ini relevan dan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja?
Berikut ini gambaran secara garis besar industri dan bahasa yang dibutuhkan saat ini:
| Industri | Bahasa Utama | Bahasa Sekunder | Catatan |
| IT dan Teknologi | Inggris | Tergantung klien/proyek | Bahasa teknis dan kolaboratif sangat penting |
| Banking dan finance | Inggris | Mandarin/Jepang (opsional) | Bahasa Inggris dominan, kecuali untuk pasar yang spesifik |
| Manufaktur | Mandarin | Jepang, Inggris | Bahasa produksi/koordinasi lintas negara |
| Pariwisata dan perhotelan | Inggris | Mandarin, Jepang, Korea, Arab | Layanan klien/tujuan internasional membutuhkan multifungsi |
***