- Ukur kinerja proses.
- Tools: Process Map, Value Stream Mapping, DPMO.
3. Analyze
- Cari akar masalah.
- Tools: Fishbone Diagram, Pareto Chart, 5 Why.
4. Improve
- Hilangkan waste dan sumber variasi.
- Tools: Kaizen, 5S, Poka-Yoke.
5. Control
- Menjaga perbaikan agar bertahan.
- Tools: Control Chart, SOP, visual management.
Baca Juga: 8 Langkah yang Membuat Durasi Jam Kerja Kantoran 8 Jam Menjadi Efektif dan ProduktiF
Lean Six Sigma bisa diterapkan di berbagai sektor, antara lain seperti:
- Manufaktur (untuk menurunkan waktu produksi dan cacat produksi),
- Rumah sakit (mengurangi waktu tunggu pasien dan kesalahan administrasi),
- Perbankan dan layanan publik (mempercepat proses dan meningkatkan transparansi sehingga complain menurun),
- Pendidikan (penialian lebih konsisten dan adil serta proses administrais lebih efisien).
Pada intinya, Lean Six Sigma adalah cara sistematis agar proses bisa bekerja lebih cepat, lebih murah, dan lebih benar dengan berbasis data bukan asumsi. ***