Pejuangkantoran.com – Permasalahan di kantor terkadang hanya hal-hal operasional yang sebenarnya bisa langsung diselesaikan di level pelaksana karena tidak terkait dengan regulasi, struktur/infrastruktur, atau budaya kerja yang panjang.
Misal, antrean yang panjang di loket pelayanan, duplikasi input data, rapat molor, dan sebagainya.
Permasalahan seperti ini bisa diatasi dengan prinsip quick win. Ini adalah pendekatan kerja atau kebijakan yang menekankan pencapaian hasil nyata dalam waktu singkat, dengan usaha, biaya, dan risiko yang relatif rendah, namun dampaknya terlihat dan mudah diukur.
Inti prinsip quick win adalah:
- Cepat terlihat hasilnya
Targetnya bukan perubahan besar jangka panjang, melainkan perbaikan langsung yang bisa dirasakan dalam hitungan pekan atau bulan. - Dampak jelas dan relevan
Hasilnya signifikan bagi pengguna, publik, atau pemangku kepentingan, bukan sekadar kosmetik. - Sumber daya minimal
Mengutamakan langkah yang tidak memerlukan anggaran besar, restrukturisasi rumit, atau perubahan regulasi besar. - Risiko rendah
Jika gagal, konsekuensinya kecil dan mudah dikoreksi. - Membangun momentum
Quick win berfungsi sebagai “pembuka jalan” untuk program reformasi atau proyek besar berikutnya.
Baca Juga: Ingin Proses yang Cepat, Efisien, Stabil, dan Berkualitas Tinggi? Gunakan Lean Six Sigma!
Contoh penerapan quick win:
- Birokrasi dan kebijakan publik
Menyederhanakan satu prosedur layanan yang paling sering dikeluhkan masyarakat/pelanggan, tanpa menunggu reformasi sistem total. - Organisasi / manajemen
Menghapus satu rapat rutin yang tidak efektif dan menggantinya dengan laporan tertulis singkat. - Pendidikan
Mengubah format evaluasi atau penjadwalan remedial agar siswa langsung merasakan perbaikan, sambil menyiapkan kurikulum jangka panjang. - Bisnis
Memperbaiki proses checkout online yang bermasalah, alih-alih langsung membangun ulang seluruh sistem IT.
Contoh permasalahan riil yang bisa diselesaikan dengan quick win:
1. Masalah layanan yang “nyata tapi sederhana”
Ciri: sering dikeluhkan, mudah diperbaiki, dampaknya langsung terasa.
Contoh:
- Antrian panjang karena alur loket berbelit. Quick win: pisahkan loket informasi dan loket layanan.
- Formulir berulang. Quick win: satukan atau hapus satu tahap yang redundan.
Masalah inti: prosedur tidak efisien, bukan regulasinya.
2. Masalah komunikasi dan informasi
Ciri: masalahnya bukan “tidak ada kebijakan”, tapi “tidak dipahami”.
Contoh: