Pejuangkantoran.com - Ruang aman bagi perempuan di kantor itu mutlak adanya. Ruang aman bagi perempuan di kantor itu mencakup keamanan fisik, psikologis, sosial, dan struktural.
Secara filosofis, ruang aman bagi perempuan di kantor itu menegaskan bahwa tempat kerja itu bukan hanya tempat produksi. Tempat kerja atau kantor adalah juga sebagai ruang sosial yang harus menjaga martabat manusia.
Kasus-kasus pelecehan seksual, intimidasi, atau kekerasan terhadap perempuan di kantor masih saja ditemui. Belum lagi suara perempuan yang kadang diremehkan hanya karena status jenis kelaminnya.
Ruang aman bagi Perempuan ini juga bisa terkait dengan fasilitas-fasilitas kantor yang mendukung kodrat Perempuan, misal ada atau tidaknya ruang khusus untuk laktasi di mana ibu-ibu menyusui bisa pumping dengan aman dan nyaman.
Ruang aman bagi perempuan di kantor itu pada prinsipnya harus bisa menjamin keamanan perempuan secara fisik, psikis, dan adil secara sistematis. Jadi ketika terjadi hal-hal yang melanggar prinsip ini, mestinya ada peraturan dan mekanisme yang melindunginya.
Lalu, bagaimana menghadapi serta merespon ketika ada hal yang menyimpang dari prinsip-prinisp ruang aman bagi perampuan?
Berikut ini kerangka respon yang bisa kamu pakai untuk konteks di kantor:
- Klasifikasikan situasinya
Klasifikasi ini penting untuk menentukan respons.
Ringan
Ringan bukan berati tak bermasalah, ia tetap saja masalah). Misal:
- komentar seksis, “candaan” tidak pantas,
- stereotip gender dalam pembagian tugas.
Sedang:
- pelecehan verbal berulang,
- tekanan relasi kuasa (atasan–bawahan).
Berat:
- pelecehan seksual fisik,
- intimidasi serius atau ancaman.
Semakin berat klasifikasinya, wajib untuk tidak menyelesaikannya sendirian, harus ada teman.