kubikel

Tanda-tanda Job Scam yang Harus Diwaspadai, dan Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Senin, 25 Mei 2026 | 18:32 WIB
Ilustrasi: Jangan langsung mengiyakan apapun permintaan orang tak dikenal yang menawarkan lowongan kerja secara online. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.comJob scam sedang menjadi ancaman serius bagi banyak pencari kerja. Jumlah kerugian yang ditimbulkan juga meningkat tajam sejak tahun 2021.

Mengenali penipuan lowongan kerja seperti ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Para penipu sering menggunakan berbagai strategi untuk mengelabui orang agar membagikan informasi pribadi.

Sebuah laporan baru dari Heimdal memaparkan hasil analisis terhadap 2.670 unggahan dan komentar media sosial dari para korban job scam pada tahun 2023 dan 2024. Laporan ini membeberkan tanda-tanda job scam yang harus diwaspadai oleh para pencari kerja, yaitu:

Baca Juga: Job Scam Melonjak Hampir 10 Kali Lipat Sejak 2021, Apa yang Diinginkan Para Penipu?

• Menggunakan email gratisan. Kalau kamu melamar ke perusahaan besar, HRD yang sah pasti menggunakan email resmi perusahaan, bukan Gmail atau penyedia email gratisan lainnya.

"Tidak ada perusahaan besar yang membolehkan karyawannya menggunakan Gmail untuk urusan pekerjaan karena masalah keamanan," ujar Richard Graham, ahli kejahatan keuangan dari Moody’s.

• Proses rekrutmen hanya dilakukan secara online atau lewat aplikasi chat seperti WhatsApp atau Telegram. Perlu diingat, tidak ada perusahaan resmi yang mempekerjakan orang hanya melalui chat.

Jika setiap tahap, mulai dari rekrutmen hingga diterima kerja dilakukan sepenuhnya secara online atau melakukan wawancara video yang layak, langsung waspada.

• Tidak menggunakan referensi job profesional. Mereka langsung memberikan penawaran gaji tinggi untuk tugas-tugas yang tidak jelas, seperti memberikan likes untuk postingan YouTube, melakukan review produk, atau memindahkan dana kripto.

"Jangan percaya pada siapa pun yang bilang mereka akan membayarmu untuk memberikan review positif atau memberikan likes secara online. Tidak ada perusahaan jujur yang melakukan itu," tegas Federal Trade Commission.

Baca Juga: Fenomena Job Scam yang Bikin Orang Pintar Pun Terjebak, Bukti Nyata Adanya Resesi Ekonomi!

• Setelah kamu terpancing, biasanya mereka akan meminta uang dengan berbagai alasan. Entah itu untuk biaya peralatan, biaya pelatihan, atau bahkan memanipulasi kamu dengan mengatakan ada saldo negatif di akun yang harus kamu top-up lewat kripto.

Mereka juga sering mengirim cek palsu untuk membuat calon korban percaya, lalu meminta kamu mengirim sebagian uang kembali kepada mereka sebelum cek tersebut dinyatakan tidak berlaku oleh bank.

• Penipu juga sering membayarkan honor dalam jumlah kecil untuk meyakinkan kamu bahwa hasil kerja kamu betul-betul ada hasilnya. Tetapi biasanya mereka lalu minta jumlah uang lebih besar, biasanya dengan alasan untuk deposit atau menarik uang hasil kerja. Sampai di situ korban biasanya tidak bisa menghindar lagi.

• Mengklik link yang mengarahkan pengguna ke website palsu yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi. Kadang scammer memakai iklan berbayar untuk menjangkau ribuan pengguna.

Halaman:

Tags

Terkini