Kritik, lalu merasa terancam, lalu membela diri, ini membuat orang lain frustrasi, akibagkan komunikasi memburuk, sehingga sebabkan kritik menjadi lebih keras, ujung-ujungnya defensiveness semakin kuat.
Dalam jangka panjang, akibatnya bisa berupa:
- orang takut memberikan feedback;
- kesalahan tidak dibicarakan secara terbuka;
- masalah kecil menjadi besar;
- budaya blame berkembang;
- bawahan memilih diam;
- atasan hanya mendengar informasi yang menyenangkan;
- proses belajar organisasi terhambat.
***