Kritik, lalu merasa terancam, lalu membela diri, ini membuat orang lain frustrasi, akibagkan komunikasi memburuk, sehingga sebabkan kritik menjadi lebih keras, ujung-ujungnya defensiveness semakin kuat.
Dalam jangka panjang, akibatnya bisa berupa:
- orang takut memberikan feedback;
- kesalahan tidak dibicarakan secara terbuka;
- masalah kecil menjadi besar;
- budaya blame berkembang;
- bawahan memilih diam;
- atasan hanya mendengar informasi yang menyenangkan;
- proses belajar organisasi terhambat.
***
Artikel Terkait
4 Kesalahan Leader yang Berkaitan dengan Egonya yang Tidak Terkendali, Terapkan Managemen Ego!
Era Baru Produktivitas: Menjadi Solopreneur di Dalam Korporasi dengan Strategi Co-Pilot
Catat, Karyawan dengan Self-Efficacy Tinggi Itu Aset Penting Organisasi/Perusahaan! Ini Ciri dan Alasannya!
Burnout Bukan Penyebab Utama Turunnya Produktivitas, Justru Presenteeism yang Sering Tak Disadari