PejuangKantoran.com - Meloloskan CV kamu dari seleksi kerja tahap awal untuk mendapatkan wawancara adalah prioritas utama kalau kamu sedang mencari pekerjaan.
Di masa lalu, membuat lamaran kerja kamu lolos hanya berarti menyusun CV atau resume yang ditulis dengan baik, yang menggambarkan pengalaman, keterampilan, dan pencapaian kamu.
Dulu, selama resume dan surat lamaran kamu dianggap menonjol, kesempatan untuk wawancara sudah di tangan.
Baca Juga: Tak Salah Buat Surat Lamaran Kerja Pakai ChatGPT, Tapi HRD Tetap Butuh Ini dari Pelamar
Sekarang, sebagian besar CV pelamar kerja harus melalui Applicant Tracking System sebelum disetujui. Applicant Tracking System (ATS), atau Sistem Pelacakan Pelamar, adalah penjaga gerbang baru dari resume yang masuk ke organisasi.
Kalau kamu tidak punya trik untuk meloloskan CV kamu dari ATS, ada kemungkinan lamaran kamu tidak akan mendapatkan perhatian yang kamu harapkan.
Sedih kan, kamu tidak diterima bekerja di perusahaan impian hanya gara-gara kamu salah strategi?
Untuk itu, kamu perlu menyelami seluk-beluk Applicant Tracking System dan cara kerjanya sehingga kamu punya peluang untuk mengamankan wawancara yang kamu inginkan.
Dengan mengenal ATS dengan baik, kamu bisa mengunggah resume kamu dengan benar, sehingga kamu bisa melihat bagaimana memperlakukan resume kamu dan pemformatannya.
Kamu juga bisa mencocokkan resume kamu dengan deskripsi pekerjaan apa pun untuk melihat berapa banyak kata kunci yang cocok, dan berapa banyak yang kamu lewatkan.
Apa itu Applicant Tracking System?
Pertama-tama, kamu perlu tahu apa yang dimaksud Applicant Tracking System. Applicant Tracking System adalah program perangkat lunak yang membantu tim HR dalam menyeleksi lamaran kerja yang masuk.
Baca Juga: Contoh Follow Up Email Bahasa Indonesia untuk Lamaran Kerja yang Belum Direspons
Manajer perekrutan biasanya menggunakan ATS untuk merampingkan aplikasi dan proses perekrutan. Faktanya, ATS berperan penting dalam semua aspek perekrutan, termasuk perekrutan, analisis resume, dan penjadwalan wawancara.
Dengan adanya ATS, manajer perekrutan dapat berpindah dari daftar pekerjaan ke pemenuhan tugas jauh lebih cepat daripada di masa lalu. Namun, hal itu mungkin tidak selalu seefektif yang diinginkan pencari kerja.