kubikel

5 Kesalahan Saat Memilih Partner Bisnis yang Harus Dihindari Agar Tidak Pecah Kongsi

Jumat, 24 Maret 2023 | 17:48 WIB
Ilustrasi: Salah satu kesalahan saat memilih partner bisnis adalah, terlalu mengutamakan keakraban. (Freepik/Yanalya)

PejuangKantoran.com - Menemukan partner bisnis yang tepat ternyata tidak gampang. Boleh percaya boleh tidak, sekitar 65% kemitraan akhirnya gagal. Hal ini disebabkan karena pengusaha pemula kerap salah memilih partner bisnis.

Studi yang diterbitkan di Journal of Entrepreneurship In Emerging Economies mendapati bahwa pengusaha pemula lebih kesulitan memilih partner bisnis daripada pengusaha yang berpengalaman.

Pengusaha berpengalaman membentuk tim yang lebih stabil dan efisien, sehingga jarang mengalami perseteruan dengan rekan pendirinya (cofounder). Mereka lebih tahu cara memilih partner bisnis yang sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Kunci Sukses Bisnis Bill Gates: Pilih Teman dan Sahabat yang Baik

Pada dasarnya, ada lima kesalahan yang dilakukan pengusaha pemula saat memilih partner bisnis. Pastikan kamu tidak melakukannya untuk menghindari pecah kongsi di kemudian hari.

Kurangnya kejelasan tentang kemampuan partner

Partnership itu membutuhkan alasan yang kuat. Pengusaha pemula sering menyadari bahwa keterampilan co-founder yang mereka pilih ternyata tidak diperlukan dalam jangka panjang. Keahlian cofounder harus relevan di seluruh usaha, tidak hanya di tahap awal.

Pengusaha yang tidak berpengalaman juga cenderung memilih partner sebagai imbalan atas investasi keuangan. Contoh klasiknya adalah kemitraan awal antara Mark Zuckerberg dan Eduardo Saverin.

Zuckerberg memilih Saverin sebagai mitra bisnis pertamanya karena dia kaya. Tidak lama kemudian hubungan mereka mengalami masalah, dan Zuckerberg mengeluarkan Saverin dari perusahaan.

Pengusaha yang tidak berpengalaman lebih baik memilih cofounder sebagai penasihat atau investor saja.

Terlalu bergantung pada keakraban

Penelitian menunjukkan, 49% pengusaha pemula memilih ikatan kekerabatan daripada pengusaha berpengalaman (21%).

Padahal, memilih partner bisnis yang terlalu akrab meningkatkan kemungkinan partner kamu berperilaku tidak profesional, merusak otoritas kamu, dan mendapatkan sesuatu tanpa usaha dan biaya. Hal ini bisa menimbulkan risiko konflik dan perselisihan.

Baca Juga: Bagi Tim HR, PHK Massal Adalah Proses yang Memakan Waktu dan Sarat Emosi

Lebih baik kamu bekerja sama dengan orang-orang di jaringan kamu yang kurang akrab, seperti rekan kerja, kenalan yang bertemu melalui circle kamu, dan yang dikenal dari aktivitas sosial informal, seperti pergi ke gym.

Halaman:

Tags

Terkini