kubikel

Karyawan Loyal Cenderung Diberi Pekerjaan Lebih Banyak, tapi Digaji Lebih Rendah

Rabu, 29 Maret 2023 | 13:49 WIB
Ilustrasi: Karyawan loyal sering jadi sasaran untuk melakukan pekerjaan tambahan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Banyak dari kita yang dibesarkan dengan keyakinan bahwa setia atau loyal di satu perusahaan adalah hal baik yang perlu dihargai. Namun dalam dunia kerja, hal ini tidak selalu benar.

Faktanya, semakin lama kamu bertahan di satu perusahaan, semakin banyak kamu kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan kamu secara finansial.

Menurut studi baru dari Duke University, menjadi karyawan yang loyal malah membuat lebih banyak melakukan pekerjaan tambahan. Selain itu, kerja lembur pun sering tidak dibayar.

Baca Juga: 6 Strategi Agar Karyawan Aman dari Kemungkinan Terkena PHK Besar-besaran

Umumnya, manajer cenderung mengeksploitasi karyawan yang loyal daripada rekan kerjanya yang kurang berkomitmen. Namun, karier si karyawan loyal juga tidak mengalami kemajuan.

“Pekerja loyal cenderung dipilih untuk dieksploitasi. Dan ketika mereka melakukan sesuatu yang eksploitatif, reputasi mereka sebagai karyawan loyal pada akhirnya meningkat, membuat mereka makin jadi sasaran selanjutnya,” ujar peneliti utama Matthew Stanley, PhD.

Karyawan loyal jadi sasaran manajer karena manajer berpikir bahwa kesetiaan mereka diikuti dengan kewajiban untuk berkorban demi perusahaan.

Meskipun begitu, hal ini tidak selalu dilakukan dengan niat jahat para manajer. Eksploitasi tersebut kemungkinan karena ketidaktahuan manajer, atau dikenal dengan ethical blindness.

“Kebanyakan orang ingin menjadi baik,” Dr. Stanley menjelaskan. “Tetapi, mereka melakukan pelanggaran dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga: Resign atau Bertahan? Ini Beberapa Pertimbangan Sebelum Ambil Keputusan

“Sebagian besar disebabkan oleh kebutaan etis, di mana orang tidak melihat bahwa apa yang mereka lakukan tidak konsisten dengan prinsip atau nilai apa pun yang cenderung mereka anut.”

Dr. Stanley berpendapat, akan sangat membantu kalau manajer mengenali kesalahan cara mereka. Namun, Stanley memperingatkan karyawan loyal agar tidak meninggalkan komitmen kerja dan menghindari kerja lembur hanya karena tidak ada kompensasinya.

“Sebab, itu hanya efek samping yang tidak menguntungkan dari sifat positif (karyawan loyal),” ujar Stanley, yang juga peneliti postdoctoral di Duke University’s Fuqua School of Business.

Dr. Stanley juga mengatakan, hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Experimental Social Psychology ini tidak lantas menganjurkan orang untuk tidak loyal kepada perusahaan. Bagaimana pun, karyawan yang loyal tetap dihargai.

Perbedaan gaji karyawan lama dan baru

Halaman:

Tags

Terkini