PejuangKantoran.com - Kamu pasti sering mendengar toxic relationship dan menyangka itu hanya bisa terjadi pada hubungan asmara. Padahal, toxic relationship juga bisa terjadi di kantor, baik itu antarkaryawan atau antara perusahaan dan karyawan.
Menurut survei tempat kerja yang dilakukan oleh Society for Human Resource Management (SHRM) pada 2019, satu dari lima orang yang meninggalkan pekerjaannya menyebutkan lingkungan kerja yang toxic sebagai alasan mereka resign.
Sayangnya, tidak semua orang menyadari kalau dirinya berada di lingkungan kerja yang toxic. Tahu-tahu, harga diri dan kepercayaan diri mereka jadi rendah, serta merasa tidak sehat.
Baca Juga: Multitasking Tak Bikin Kamu Jadi Produktif. Lakukan Saja Ini untuk Meningkatkan Produktivitas
Berikut adalah 10 tanda lingkungan kerja yang toxic dan sebaiknya kamu hindari:
1. Komunikasi yang buruk
Misalnya saja kurangnya komunikasi antara atasan dan bawahan, atau komunikasi yang kamu terima selalu kurang jelas karena penuh dengan pesan yang campur aduk.
Lebih buruk lagi jika terjadi komunikasi pasif-agresif yang membuatmu selalu merasa tertekan saat bekerja.
2. Diskriminasi tidak tertulis
Masih ingat saat di sekolah dulu ada geng-geng pertemanan di mana kamu tidak bisa bergabung karena kamu “tidak diterima”? Ini ternyata juga bisa terjadi di dunia kerja.
Hal ini akan membuatmu merasa tidak diakui, diabaikan, atau dibicarakan di belakang yang dapat membuat trauma emosional.
3. Kepemimpinan yang buruk
Ketika para pemimpin berfokus pada keuntungan melulu ketimbang kesejahteraan karyawan, mereka tidak benar-benar menghargai kontribusi dan nilai karyawan.
Meski keuntungan itu penting, tetapi orang yang membuat roda di organisasi mana pun berputar juga tak kalah penting.Jika kamu memiliki bos yang tidak terlalu memedulikan kesuksesanmu sebagai bagian dari keseluruhan tim, itu artinya kantor tempatmu bekerja bermasalah.
Baca Juga: 9 Cara Terbaik Agar Tugas yang Didelegasikan Berjalan dengan Baik