PejuangKantoran.com - Salah satu proses rekrutmen yang tidak kalah sulit dengan psikotes adalah wawancara kerja. Tidak sedikit pelamar yang gugur di proses ini karena memberikan jawaban yang tidak memuaskan HR atau user yang mewawancaranya.
Akun Instagram Komunitas Pengembangan Karir mengunggah salah satu pertanyaan yang sulit dijawab saat wawancara kerja, yaitu “Mengapa lama menganggur?”
Menurut akun ini, jawaban terbaik adalah dengan memberikan alasan sebenarnya sambil memberitahukan apa saja kegiatan yang dilakukan selama menganggur tersebut. Khususnya kegiatan yang memang mengasah keterampilanmu dalam bekerja.
Selain pertanyaan di atas, ternyata ada tujuh pertanyaan lain yang juga disebut sebagai pertanyaan yang paling sulit dijawab saat wawancara kerja.
Baca Juga: Sold Out: Hari Pertama Presale Tiket Timnas Indonesia vs Argentina! Calo Pun Bermunculan di Twitter
- “Apa Kelemahanmu?”
Ini mirip dengan pertanyaan, "Apa kelemahan terbesarmu?"
HR atau user mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui apakah kamu menyadari dan secara aktif bekerja untuk perbaikan diri.
Untuk menjawabnya, ingat-ingat kritik membangun yang kamu terima atau kekurangan yang disadari. Berikan penjelasan singkat tentang hal itu dan deskripsi langkah-langkah yang sudah kamu lakukan untuk memperbaikinya.
- “Ceritakan saat kamu berhasil melakukan pekerjaan yang sulit dilakukan”
HR atau user mengajukan pertanyaan ini untuk mempelajari bagaimana kamu bereaksi terhadap kesulitan.
Untuk menjawabnya, kamu dapat menerapkan teknik STAR atau dengan merinci Situation (situasi), Task (tugas), Action (tindakan), dan Result (hasil) dari pekerjaan yang kamu lakukan tersebut.
Berikan penjelasan singkat mengenai peranmu di dalamnya, tindakan yang kamu ambil untuk mengatasi masalahnya, dan bagaimana masalah tersebut diselesaikan.
- “Bagaimana kamu menangani stres?”
Pertanyaan ini diberikan karena perusahaan ingin diyakinkan bahwa kamu dapat mengelola stres secara produktif dan positif untuk melestarikan budaya perusahaan yang kondusif.
Kamu dapat menjawab dengan mendeskripsikan respons normal dirimu saat stres dan berikan contoh untuk mengatasinya. Cobalah fokus pada tindakan positif yang kamu lakukan dan bukan pikiran negatif yang dimiliki.
- “Mengapa kamu meninggalkan pekerjaan sebelumnya?”
Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu perusahaan menentukan apakah posisi yang kamu lamar cocok untukmu, apakah mereka dapat menawarkan apa yang tidak dimiliki oleh perusahaan sebelumnya, atau apakah kamu mungkin memiliki kontribusi pada pengalaman kerja yang tidak menyenangkan bagi dirimu dan perusahaan sebelumnya.