Sebuah studi 2019 menemukan bahwa lulusan dari aliansi universitas Russell Group umumnya menerima gaji yang lebih tinggi dari rata-rata.
- Memiliki banyak kesempatan untuk pengalaman kerja
Salah satu persyaratan Beasiswa Chevening adalah alumni harus kembali ke negara asalnya setelah lulus.
Namun, ini tidak berarti kamu tidak akan bisa mendapatkan pengalaman profesional di Inggris.
Sebagai mahasiswa pascasarjana penuh waktu, visa studi UK milikmu memungkinkan untuk bekerja paruh waktu.
Hal ini diperbolehkan asalkan pekerjaan tersebut tidak dijadikan penghasilan utama untuk mendukungan keuangan selama belajar di Inggris.
Baca Juga: Ini Restoran Tempat Suga BTS Makan saat Konser di Indonesia, Harga Makanannya Fantastis!
Jika kamu belajar dengan Beasiswa Chevening, pekerjaan paruh waktu sebenarnya tidak diperlukan.
Namun, ini bisa menjadi cara yang bagus untuk menambah pengalaman kerja yang sudah ada atau mendapatkan pengalaman di bidang baru.
Kamu juga bahkan dapat menyelesaikan magang selama menempuh pendidikan, asalkan tidak melebihi 20 jam setiap minggu.
Jika memutuskan untuk mengambil kesempatan ini, pastikan kamu dapat menyeimbangkan beban kerja dengan tanggung jawab pendidikan yang dimiliki, ya.
Baca Juga: Kurang Bersemangat saat WFH? 6 Tips dari Ahli untuk Ubah Dekorasi Ruang Kerja di Rumah
- Mendapatkan akses ke jaringan alumni global
Berkat keragaman internasional populasi siswa di Inggris dan jaringan Chevening yang brilian, kamu dipastikan akan memiliki daftar kontak dari para alumni yang tersebar di seluruh dunia.
Alumni Chevening atau biasa disebut Chevener, berasal dari 160 negara yang memenuhi syarat, yang semuanya akan kembali ke negara asal setelah lulus.
Mereka semua bisa menjadi koneksi penting dirimu, yang berasal dari berbagai sektor termasuk kewirausahaan, pemerintah, organisasi nirlaba, dan bisnis besar.
Jadi, meski perjuangan untuk mendapatkan Beasiswa Chevening tidak mudah, tetapi manfaat yang akan kamu dapatkan juga tidak akan main-main, khususnya untuk urusan karir. (Elga Windasari)