PejuangKantoran.com - Setiap kantor umumnya punya jadwal hangout bersama rekan kerja, entah itu Jumat atau di hari-hari yang lain. Yang dilakukan umumnya makan atau ngopi bareng, nonton film, karaoke, bowling, atau olahraga bareng.
Pada dasarnya kamu termasuk orang yang suka kumpul-kumpul. Hanya saja, ketika acara ini menjadi rutin, kamu mulai merasa terlalu berlebihan. Bukan apa-apa, kamu merasa lebih baik kumpul bersama keluarga daripada bersama rekan kerja.
Sebenarnya tidak masalah jika kamu menolak untuk hangout bareng sehabis kerja. Waktu yang kamu habiskan di kantor sudah cukup lama, jadi ini waktunya kamu pulang dan menemani anak-anak.
Baca Juga: Alasan Banyak Kaum Milenial Suka Pura-Pura Kaya, yang Ternyata Banyak Kerugiannya
Diane Gottsman, pakar etiket dan pendiri The Protocol School of Texas, mengatakan bahwa acara terkait pekerjaan adalah tentang keseimbangan dan batasan.
“Namun, penting untuk menetapkan batasan yang masuk akal tanpa terlihat seolah-olah kamu tidak tertarik untuk berkumpul bersama rekan kerja,” ujarnya.
Lalu, alasan apa yang sebaiknya diberikan ketika menolak ajakan nongkrong sepulang kantor?
Jangan bilang “lihat nanti”
Lebih baik, katakan langsung sejak awal bahwa kamu tidak bisa ikut. Jangan menjawab “mungkin” atau “lihat nanti saja”. Hal ini akan membuat koordinator acara merasa di-PHP, atau harus memesan tempat untuk kamu tapi ternyata dibatalkan.
Lagipula, dengan mengatakan “lihat nanti” akan muncul kesan bahwa kamu menunggu atau memilih acara lain yang lebih menarik.
Sudah ada rencana lain, tapi…
Sampaikan bahwa kamu sudah punya acara lain, tapi kamu akan membayarnya di waktu lain. Misalnya, dengan mengajak koordinatornya untuk sarapan atau makan siang bareng esoknya.
Hal ini untuk menunjukkan bahwa kamu berminat untuk bergabung tapi dalam waktu yang lebih nyaman buatmu.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghadapi Bullying di Kantor? Perusahaan Juga Tak Boleh Tinggal Diam
Menemani anak belajar