PejuangKantoran.com - Selamat, ya! Kamu sudah lolos Seleksi Bakat Skolastik Beasiswa LPDP. Masih ada satu tahap akhir yang harus dilalui peserta agar terpilih sebagai salah satu Awardee atau penerima Beasiswa LPDP, yaitu Seleksi Substansi.
Seleksi Substansi, yang akan dilaksanakan pada 4 September 2023, meliputi verifikasi berkas, wawancara, dan Asesmen Kepribadian dan Integritas (AKI).
Saat Seleksi Substansi peserta akan menghadapi tiga pewawancara, yaitu akademisi yang mewakili LPDP, psikolog, dan praktisi dari bidang sesuai yang dipilih peserta.
Baca Juga: 16 Agustus Pengumuman Hasil Tes Bakat Skolastik, Siap-siap untuk Seleksi Substansi LPDP!
Ketiga interviewer akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang digali dari CV, esai, proposal bisnis (untuk program Targeted Kewirausahaan), dan proposal penelitian (bila S3) yang sudah kamu cantumkan dalam proses Seleksi Administrasi.
Para interviewer akan membuat tujuh aspek penilaian dari Seleksi Substansi tersebut. Ada beberapa contoh pertanyaan yang mungkin akan muncul dalam tahap wawancara yang bisa kamu pelajari.
Aspek penilaian dari Seleksi Substansi
Pola pikir strategis
Kamu akan diminta menjelaskan bahwa kamu akan mampu menentukan tujuan hidupmu, dari menyusun rencana, cara implementasi atau eksekusinya, serta bagaimana mengenali peluang dan tantangan yang bisa muncul dalam proses tersebut.
Contoh pertanyaan:
• How do you see yourself in the next 5-10 years?
• Why do you pursue further study?
• What has been your contribution so far to Indonesia, and what is the highest impact and achievement?
Kekuatan rencana studi
Apakah kamu punya pengetahuan yang mendalam mengenai tujuan dan rencana studi, baik yang berhubungan dengan motivasi pribadi, maupun program yang ditawarkan jurusan atau universitas yang kamu pilih?
Baca Juga: Berapa Jumlah Soal Tes Bakat Skolastik Beasiswa LPDP? Simak 3 Tips Menghadapi Tesnya!
Contoh pertanyaan:
• Why do you choose this university? What do you expect from your program of study?
• What is the title of your thesis or dissertation? What research problem do you choose, and what is the urgency for research?
Kekuatan rencana pengabdian