PejuangKantoran.com - Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia menguasai tiga bahasa. Jika kamu tertarik menjadi salah satu dari satu milyar orang tersebut, mungkin sekarang saat yang tepat.
Daripada harus memilih bahasa mana yang mau dipelajari terlebih dahulu, mengapa tidak belajar dua bahasa sekaligus?
“Sangat mungkin untuk belajar dua bahasa sekaligus,” kata Cindy Blanco, redaktur pelaksana konten pembelajaran di Duolingo.
Baca Juga: Mau Daftar Beasiswa di 40 Kampus Top Dunia Ini? Cek Syarat Skor IELTS yang Harus Dipenuhi!
Jika kamu mau meluangkan waktu dan usaha, berikut adalah tip yang bisa membantumu sukses belajar dua bahasa sekaligus.
Siapkan kemampuan otakmu
Manusia terprogram untuk belajar bahasa. Kita mengadopsi bahasa ibu dengan menyerap fonetik di dalam rahim, kemudian dengan mendengarkan dan berinteraksi dengan orang lain begitu lahir.
Pada akhirnya, proses ini memberi jalan untuk mengasosiasikan kata dengan makna.
Berapapun usiamu, belajar bahasa membutuhkan otak untuk membuat koneksi baru. Otak anak-anak pandai dalam hal ini karena neuroplastisitasnya yang tak tertandingi sehingga dapat dengan mudah beradaptasi dengan pengalaman baru.
Namun, seiring bertambahnya usia, neuroplastisitas menjadi kurang lentur sehingga lebih sulit untuk mengukir jalur saraf yang diperlukan untuk memahami istilah baru.
“(Mempelajari bahasa baru) Seperti melewati hutan dengan parang dan membuat jalan baru,” kata Elizabeth Zackheim, salah satu pendiri ABC Languages.
Ia melanjutkan, “Itu awalnya. Kemudian kamu memiliki jalan setapak yang dilalui dengan baik dan mungkin jalan tanah. Lalu kamu mengaspal jalan, dan pada titik tertentu, kefasihan itu seperti jalan raya super.”
Baca Juga: Manfaat Multitasking Memang Ada, tapi Seberapa Buruk Multitasking di Tempat Kerja?
Jadi, saat mempelajari dua bahasa sekaligus, kamu membuat jalan melalui hutan. Namun, bukannya membuat satu jalur, kamu membuat dua.
Hal tersebut membutuhkan disiplin, waktu, dan motivasi dua kali lipat. Namun, itu mungkin dilakukan.