PejuangKantoran.com - Work From Home (WFH) belakangan banyak disuarakan sebagai langkah untuk mengurangi polusi udara. Namun sebenarnya bukan cuma polusi udara, WFH juga diwacanakan untuk mengurangi kemacetan.
Siapa nih dari Pejuang Kantoran yang sudah ikutan WFH?
Tapi kalau dipikir-pikir bener nggak sih WFH itu bisa menghilangkan polusi udara?
Nyatanya, menurut dokter spesialis paru Feni Fitriani Taufik bahwa WFH tak bakal langsung mengurangi polusi udara.
Baca Juga: Tiket Hari Pertama Sold Out, Konser Bring Me The Horizon di Jakarta Nambah Satu Hari Lagi
"Bagaimana dengan WFH? WFH bisa jadi bahan pertimbangan, tapi itu juga perlu perhitungan dan analisis lebih dalam. Intinya, WFH itu bukan untuk mengurangi polusi tapi pengurangi paparan polusi," ucap Feni dalam konferensi pers Persatuan Dokter Paru Indonesia beberapa waktu lalu
"WFH bisa atasi polusi? Yang harus diatasi itu sumbernya, misalnya transportasi, pembangkit listrik batu bara. Tujuannya untuk mengurangi efek pajanan kepada masyarakat. Tapi ya yang diatasi ya sumbernya,"
Tak cuma dia,dokter spesialis paru Erlang Samoedro juga megungkapkan hal yang sama. Dia menyebut bahwa WFH tidak akan menyelesaikan masalah polusi. Pasalnya polusi dari transpotasi dalam data di Jakarta menyumbang 40 persen polusi.
Baca Juga: Seberapa Awal Sebaiknya Tiba di Tempat Wawancara Kerja supaya Nggak Dikira Desperate Banget?
"Jadi kalau semuanya WFH, ya cuma menurunkan 40 persen polusi saja (dari 100 persen). WFH mengurangi polusi, betul, tapi nggak drastis mengurangi banget."
"Itu dalam kadar estrem ya bisa turun 40 persen, paling kalau biasa ya (WFH) hanya bisa turunkan 20 persen polusi karena transportasi. Butuh banyak sektor dan upaya yang dikerjakan, bukan cuma transportasi saja."
Menurut kamu gimana nih Pejuang Kantoran?