PejuangKantoran.com - “Ah, anak sekarang memang suka nggak sopan!”
“Dasar bapak-bapak julid!”
“Kalau zaman saya dulu, sih….”
“Yaelaaah… Bu Erna? Gaptek amat, Buk!”
Hm… sounds familiar, ya? Gesekan antara karyawan senior dan karyawan yunior, yang masing-masing merasa paling benar, memang kerap tidak terhindarkan. Karyawan tua merasa anak-anak muda tidak menghormati mereka. Sebaliknya, karyawan muda merasa seniornya hanya membangga-banggakan masa lalunya saja, dan enggan update dengan perubahan.
Memang ada jurang perbedaan budaya dan teknologi antara karyawan senior dan karyawan yunior. Hal inilah yang sering menimbulkan perbedaan pendapat, walaupun tidak berlanjut ke ranah pertemanan. Karyawan tua telah ditempa oleh pengalaman selama bertahun-tahun, sedangkan karyawan muda cenderung memiliki perspektif yang berbeda karena tumbuh besar dalam waktu yang sangat berbeda.
Baca Juga: Survei: 10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali Calon Pejuang Kantoran
Generasi yang lebih tua telah memperoleh manfaat dari pelatihan di kantor. Sayangnya, mereka mungkin tidak terlalu melek teknologi. Namun sebenarnya, karyawan senior dan karyawan yunior bisa kok, saling mengambil manfaat dari pengetahuan dan keterampilan mereka satu sama lain. Bagaimana caranya?
Yang bisa diajarkan karyawan senior ke karyawan yunior:
* Bagaimana membangun karier terkadang harus jatuh-bangun, dan apa pentingnya memiliki pengalaman bertahun-tahun.
* Soft skills atau keterampilan lunak yang telah membantu mereka membangun hubungan dan telah membuat mereka sukses.
* Loyalitas yang membuat orang lain di tim kamu ingin belajar dan mengembangkan diri.
* Kesalahan-kesalahan yang mungkin mereka alami, sehingga karyawan muda nggak akan membuat kesalahan yang sama.
* Bagaimana mengantisipasi politik kantor yang secara alami terjadi di perusahaan mana pun, terutama yang lebih besar.
* Keterampilan untuk menangani konflik di tempat kerja dan kebijaksanaan dalam menggunakan konflik tersebut untuk memecahkan masalah dan membentuk hubungan yang lebih kuat sesudahnya.
Baca Juga: Hei Para Marketers, Ada Lowongan di PT Angkasa Pura Property Lho!
Ini yang bisa diajarkan karyawan yunior ke seniornya:
* Teknologi terbaru yang akan memengaruhi kerjasama internal, profesi serta industri mereka, dan cara menggunakannya.
* Pentingnya keragaman, dan bagaimana hal itu bisa bermanfaat bagi tim, karena karyawan yang lebih muda adalah yang paling beragam dalam sejarah.
* Bagaimana perubahan tidak bisa dihindari, mengapa keterampilan hari ini mungkin tidak akan berharga lagi di masa depan, dan bagaimana mempelajari keterampilan baru.
* Mengapa mereka tidak boleh menyerah pada impian mereka, karena penelitian menunjukkan bahwa karyawan muda umumnya lebih optimis dan dapat menggunakannya untuk menginspirasi karyawan senior.
* Pola pikir kolaboratif yang akan membantu karyawan senior berinteraksi dengan baik dengan mereka, saling bertukar pikiran dan menghasilkan ide-ide baru.
Baca Juga: 5 Alasan Wanita Efektif Bekerja di Bidang Public Relations
Melintasi perbedaan generasi ini sebenarnya dapat memajukan karier kamu dan mempermudah mengelola rekan setim yang lebih tua. Anggap ini sebagai situasi belajar yang saling menguntungkan, yang akan membantu menjembatani hubungan kamu dan karyawan senior dengan cara yang positif. Misalnya, saat ada karyawan senior yang gaptek, jadikan kesempatan ini untuk mengajari mereka. Siapa tahu mereka jadi lebih mahir dan bisa dilibatkan dalam program kamu.
Meskipun ada banyak perbedaan terkait generasi antara karyawan senior dan karyawan yunior, sebagai tim kamu pasti memiliki tujuan yang sama untuk perusahaan. Yaitu: menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, dan membangun ikatan yang kuat dalam prosesnya. Yuk, bisa yuk!