kubikel

Hati-hati Counteroffer: Cara Si Bos Yakinkan Karyawan Agar Batal Resign. Familiar dengan 4 Alasan Ini?

Senin, 28 November 2022 | 20:55 WIB
Ilustrasi; Counteroffer akan langsung ditawarkan ketika kamu mengajukan resign. (Pexels/Tima Miroshnichenko)

PejuangKantoran.com - Ketika kamu mengajukan surat pengunduran diri dari kantor, atasan mungkin baru menyadari peran penting kamu di tim. Selanjutnya bisa ditebak: si bos menolak permintaan kamu untuk resign dengan iming-iming yang menggoda. Padahal, tidak mudah bagi kamu untuk membuat keputusan tersebut. Apalagi kalau kamu sudah bekerja di sana selama lebih dari lima tahun.

Memutuskan resign dan pindah ke tempat kerja yang baru kadang-kadang seperti melangkah ke sesuatu yang belum pasti. Jadi, wajar jika keyakinan kamu untuk pindah mulai goyah karena iming-iming dari si bos tadi. Iming-iming atau penawaran baru ini disebut counteroffer. Hati-hati, begitu kamu memutuskan resign, menerima counteroffer itu bisa jadi langkah terburuk dalam kariermu, demikian menurut spesialis rekrutmen Oliver Cooke.

“Kalau kamu karyawan andalan di perusahaan, kemungkinan besar atasan kamu akan mencoba memberikan counteroffer (ketika kamu mengundurkan diri). Siap-siap saja,” kata Cooke.

Baca Juga: Ditinggalkan Karyawan Andalan Pas Lagi Sayang-sayangnya, Atasan Harus Bagaimana?

Bagaimana sih cara bos meyakinkan karyawannya untuk membatalkan resignCounteroffer seperti apa yang ditawarkan bos ketika kamu mau mengundurkan diri?

• “Yakin mau resign? Padahal saya sudah rencana mau menaikkan gaji dan posisi kamu, lho!” Hm… menurut Cooke, kamu harus mengingat satu hal ini: “Kalau mereka berpikir kamu layak mendapat gaji dan posisi yang lebih tinggi sekarang, mengapa mereka tidak melakukannya sejak dulu?”

• “Wah, kok resign? Dulu waktu saya ada di posisi kamu, tugas-tugas tambahan itu malah saya jadikan tantangan!” Kenyataannya, terkadang tidak mudah bagi karyawan untuk menolak tugas-tugas yang diberikan. Keinginan resign terus ditunda sampai kamu terperangkap dalam rutinitas yang sama sampai satu tahun ke depan. 

Baca Juga: 4 Tipe Kepribadian HRD yang Paling Menonjol. Nggak Ada Tipe 'Musuh Bersama', Lho!

• “Oh, mau resign? Kamu jangan asal cari yang gajinya gede, lho!” kata si bos. Kenyataannya, alasan seseorang untuk menerima tawaran dari perusahaan lain tidak melulu karena gajinya lebih besar. Bahkan kalau kamu sepakat untuk batal resign, berarti kamu mengulur waktu untuk hal yang tidak terelakkan. "Jabatan atau kompensasi kemungkinan besar tidak akan mengubah hal-hal yang tidak kamu sukai tentang pekerjaanmu saat ini," tambah Cooke.

• Kenapa resign? Banyak lho, yang mau di posisi kamu,” sahut si bos, bikin kamu ingin menjawab, “Iya, karena mereka tidak tahu kalau gajinya kecil, beban kerjanya tidak masuk akal, dan bosnya toxic." Padahal, yang dipikirkan bos sebenarnya adalah biaya dan risiko-risiko yang ditimbulkan jika harus merekrut karyawan baru.

Baca Juga: 10 Alasan Saat Izin ke Kantor untuk Interview Kerja. Kamu Punya Alasan Lain?

Counteroffer berupa kenaikan gaji, kenaikan jabatan, fasilitas lain seperti kendaraan dinas, uang transportasi tambahan, atau full WFH, mungkin akan kamu dengar. Meskipun terdengar menggiurkan, jangan mudah luluh. Sebaiknya, kamu dengarkan saja atasan menjelaskan mengapa ia ingin mempertahankan kamu. Hal ini bukan saja akan menghasilkan diskusi yang penuh respek, tetapi kamu juga jadi tahu mengapa kamu dianggap bernilai. Informasi ini akan sangat berguna untuk dimasukkan ke dalam interview kerja kamu berikutnya.

Namun ketika si bos terkesan memaksa dengan membeberkan jasa-jasa perusahaan terhadap dirimu, jangan merasa bersalah. Adalah hak kamu untuk menentukan pilihan. Jadi, sampaikan saja bahwa keputusan kamu sudah final.

Tags

Terkini