kubikel

Efek Buruk yang Terjadi Jika Kita Terlalu Sering Meeting

Senin, 12 Desember 2022 | 13:03 WIB
Ilustrasi: Back to back meeting bisa menimbulkan kelelahan fisik dan mental. (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Saat pandemi, Zoom meeting sangat membantu ketika kita harus bertatap muka untuk membicarakan suatu masalah. Akibatnya, kita jadi terbiasa untuk menjalani Zoom yang satu ke Zoom yang lain tanpa henti. Hal ini pun berlanjut saat kita sudah kembali ke kantor seperti sekarang. Meeting demi meeting harus kita hadiri dalam sehari. Apa sih yang terjadi jika kita terlalu sering meeting?

Terlalu sering meeting dianggap membuang waktu dan menjadi gangguan yang membuat 67% karyawan tidak mampu bekerja lebih banyak, begitu menurut survei konsultan organisasi Korn Ferry terhadap hampir 2.000 orang pada tahun 2019. Itu hal pertama yang terjadi jika kita terlalu sering meeting.

Bukan hanya banyaknya meeting yang bisa membuat kita merasa cemas. Hal lain yang terjadi jika kita terlalu sering menghadiri meeting (dan jarang istirahat) adalah, kesehatan mental kita jadi terganggu.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Kita Terlalu Sering Mengadakan Meeting yang Tidak Perlu

Peneliti di Human Factors Lab, Microsoft, pada 2021 meminta 14 orang untuk mengikuti video call sambil memakai peralatan electroencephalogram yang memonitor aktivitas listrik dalam otak mereka. Suatu Senin, beberapa responden diminta mengikuti meeting selama 4,5 jam tanpa jeda, sedangkan yang lain mengikuti meeting selama 4,5 jam dengan jeda 10 menit di antaranya untuk meditasi. 

Di antara mereka yang tidak mendapatkan istirahat di sela meeting, tingkat stres yang meningkat. Mereka juga jadi lebih menarik diri secara mental. Sedangkan peserta yang diberi istirahat mampu terlibat lebih banyak selama rapat.

Temuan Microsoft memang diperoleh dari ukuran sampel yang kecil. Meskipun begitu, penelitian ini sejalan dengan banyak penelitian lain yang menunjukkan bahwa meeting yang terlalu sering menyebabkan karyawan tidak produktif dan tidak bahagia karena merasa hidup mereka diatur jadwal yang melelahkan.

Baca Juga: Registrasi Wajah Diperlukan Saat Mengaktifkan Kamera Selama Online Test Rekrutmen BUMN

Dalam survei Harvard Business Review yang dimuat dalam newsletter mingguannya, Ascend, ditemukan bahwa 70% meeting dengan sendirinya membuat karyawan menjadi tidak produktif. Walaupun ada penurunan 20% dari durasi meeting selama pandemi, jumlah meeting yang dihadiri karyawan rata-rata meningkat 13,5%. 

Mereka yang baru diangkat jadi manajer umumnya juga mengadakan meeting sepertiga lebih banyak daripada sebelumnya. Meeting yang tidak efektif dan menghabiskan waktu secara negatif bisa memengaruhi psikologis, fisik, dan kesejahteraan mental.

Peneliti yang sama menunjukkan, dari 76 perusahaan yang disurvei, produktivitas karyawan meningkat lebih dari dua kali lipat saat rapat dikurangi hingga 40%.

“Ini sebagian besar karena karyawan merasa lebih berdaya dan mandiri,” tulis para peneliti Harvard Business Review. “Jadwal meeting tidak menjadi 'bos' mereka, karena mereka memiliki daftar tugas dan tanggung jawab, yang akibatnya meningkatkan kepuasan mereka sebesar 52%.”

Tags

Terkini