PejuangKantoran.com - Kalau kamu melamar suatu pekerjaan dan belum dihubungi sama sekali, ada kemungkinan memang kamu tidak lolos tahap seleksi. Tetapi kalau kamu merasa optimis sebagai kandidat yang memenuhi syarat, ada baiknya kamu mencoba mem-follow up lamaran kerja kamu.
Jangan bergantung pada tim rekrutmen untuk selalu menghubungi tentang status lamaran kerjamu. Penelitian menunjukkan, hanya 22% perusahaan yang menghubungi pelamar pada waktu yang tepat. Kamu lah yang harus aktif menghubungi untuk mem-follow up lamaran kerja kamu.
Nah, kalau kamu memutuskan untuk mem-follow up lamaran kerja kamu, cara yang baik adalah dengan mengirimkan email untuk mengetahui status lamaran kerjamu. Kamu juga bisa mem-follow up melalui email saat menunggu kabar hasil interview.
Baca Juga: Daripada Penasaran, Follow Up Lamaran Kerja yang Kamu Kirimkan!
Selain menggunakan email, kamu juga bisa mem-follow up lamaran kerja melalui direct message di LinkedIn, telepon, atau pesan Whatsapp. Cara terakhir ini paling efektif jika sejak awal si tim perekrut memang menghubungi kamu melalui Whatsapp.
Mengapa harus melalui email?
Kalau kamu sudah menemukan alamat email contact person dari perusahaan yang kamu lamar, jangan ragu untuk mengirimkan pesan. Email merupakan cara yang cepat, mudah, dan efisien untuk menghubungi tim rekrutmen.
Telepon atau pesan langsung di LinkedIn mungkin bisa jadi pilihan, tetapi kamu mungkin tidak bisa memperoleh informasi tentang manajer HR-nya. Pihak perekrut pun lebih memilih menerima pesan melalui email, karena mereka jadi punya waktu untuk memeriksa lamaran kerjamu, menyimpan nomor kontakmu, dan segera merespons.
Cara apapun yang kamu pilih, pastikan kamu menggunakan kalimat yang sopan dan profesional. Gunakan email untuk mengingatkan tim rekrutmen mengapa kamu kandidat paling memenuhi syarat untuk posisi tersebut.
Baca Juga: JobStreet Virtual Career Fair Kembali Hadir. Lamaran Kerja Langsung Diproses!
Email juga merupakan peluang lain untuk menciptakan kesan pertama yang baik pada tim rekrutmen. Ketika mengirim email, pastikan isinya sudah dipersiapkan sebelumnya. Bila perlu, dibaca ulang sebelum dikirimkan dan diperbaiki jika ada kata-kata yang kurang pas.
Jika kamu sudah mengirimkan email dan masih tidak direspons dalam seminggu atau lebih, cobalah untuk menghubungi calon pemberi kerja lagi. Namun ketimbang mengirimkan beberapa email, coba cari nomor kontaknya. Kamu bisa mencoba menghubunginya melalui pesan chat atau langsung telepon.
Sambil menunggu balasan dari tim rekrutmen, tetaplah melakukan pencarian lowongan kerja. Jangan menyerah, karena ada ratusan bahkan ribuan pesaing yang juga menunggu kabar dari tim rekrutmen.