PejuangKantoran.com - Memahami motivasi karyawan bisa membantu perusahaan dan atasan meningkatkan strategi agar karyawan bertahan. Gaji yang kompetitif memang menjadi faktor kunci dalam mempertahankan karyawan, tetapi bukan hanya gaji yang membuat karyawan betah bekerja.
Sebagian besar karyawan akan resign setelah 12 bulan kalau gajinya kurang, begitu menurut laporan Global Workforce of the Future dari The Adecco Group. Tetapi kalau karyawan puas dengan pekerjaannya, gaji akan turun ke urutan keenam dalam daftar penyebab karyawan betah bekerja.
Jadi, apa urutan pertama hingga kelima yang menjadi penyebab karyawan betah bekerja?
Baca Juga: 7 Pelajaran Soal Karier yang Bisa Dipetik dari Karier Messi: Uang Bukan Takaran Kesuksesan
Bahagia dan puas di tempat kerja. Hampir empat dari 10 karyawan dilaporkan mengalami burnout dalam 12 bulan terakhir. Dan, hampir satu dari empat orang yang memilih berhenti bekerja karena alasan ini. Karyawan yang terkuras emosinya bisa menghabiskan biaya bagi perusahaan, tidak hanya dalam hal produktivitas tetapi juga dalam hal moral dan kebahagiaannya. Hal lain yang menyebabkan karyawan betah bekerja antara lain program kesehatan dan acara-acara kantor.
Stabilitas dan rasa aman. Menurut studi tersebut, stabilitas kerja dan perasaan aman berkat pekerjaan dianggap lebih bernilai daripada gaji bagi 38% karyawan, ketika mereka merasa bahagia dengan pekerjaannya. Perusahaan komunikasi BCW mengadakan survei terhadap 13.488 orang di 15 negara untuk menentukan apa yang penting bagi kebanyakan orang di tempat kerjanya. Hasilnya, 52% responden menilai keamanan kerja sebagai faktor paling penting dalam pengalaman mereka bekerja.
Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan Atasan Agar Dapat Menangani PHK Sebaik Mungkin
Work/life balance. Sepertinya ini isu yang sangat penting akhir-akhir ini. Lebih dari sepertiga (35%) responden dalam survei Global Workforce of the Future 2022 memilih work-life balance sebagai penyebab mereka betah bekerja di kantornya. Satu dari empat karyawan yang mengikuti survei tersebut mengaku kesehatan mentalnya memburuk dalam setahun terakhir. Untuk menjaga keseimbangan work-life balance, karyawan perlu merasa terpenuhi dan puas dalam aspek kerja maupun kehidupannya.
Rekan kerja yang menyenangkan. Hubungan antara karyawan di tempat kerja bisa meningkatkan keterlibatan karyawan, kepuasan kerja, dan produktivitasnya. Ketika terkoneksi dengan rekan kerja dan kantornya dengan cara yang positif, itu bisa menjadi penyebab karyawan betah bekerja. Dalam artikelnya, Do Happier Employees Really Stay Longer?, David Wyld mengatakan, ikatan emosional yang lebih kuat pada perusahaan secara signifikan mampu mengurangi kemungkinan karyawan resign.
Fleksibilitas. Fleksibilitas yang dimaksud adalah ketika karyawan bisa menentukan apakah mau bekerja di rumah atau di kantor. Sebab, hal itu juga memungkinkan terjadinya work-life balance. Fleksibilitas juga bisa menguntungkan bagi karyawan maupun perusahaan. Walaupun begitu, harus diakui tidak semua tipe pekerjaan bisa mempraktikkan fleksibilitas seperti ini.
Artikel Terkait
Jangan Lupa, Balada Si Roy Bisa Ditonton Mulai 19 Januari 2023 Mendatang
Sabar, Masih Seminggu Kerja! Ternyata 87 Persen Orang Indonesia Udah Nggak Sabar Liburan Akhir Tahun
8 Fakta Menarik tentang Argentina yang Pasti Belum Kamu Ketahui!
Elon Musk Buka Polling Twitter Soal Kepantasannya Jadi Bos Twitter : Pantas Nggak?
Lionel Messi, Bintang Piala Dunia 2022: Tak Pernah Kerja Kantoran Tapi Buka 'Kantor' dan Lapangan Kerja