Sadari Pentingnya Cuti Haid, Spanyol Masih Usahakan Buat RUU Cuti Haid

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 18 Januari 2023 | 11:00 WIB
 masih banyak perusahaan yang tak memberi benefit cuti haid pada pekerjanya atau bahkan memberi namun wajib pakai surat dokter.  (freepik.com/stefamerpik)
masih banyak perusahaan yang tak memberi benefit cuti haid pada pekerjanya atau bahkan memberi namun wajib pakai surat dokter. (freepik.com/stefamerpik)

PejuangKantoran. com - Cuti haid masih jadi polemik bagi banyak pekerja perempuan. Ada yang tak tahu, ada yang tahu tapi perusahaan tak kasih cuti, ada yang boleh cuti haid, bahkan ada yang dihalang-halangi oleh perusahaan. 

Menurut pengamatan, masih banyak perusahaan yang tak memberi benefit cuti haid pada pekerjanya atau bahkan memberi namun wajib pakai surat dokter. 

Padahal menyoal cuti haid, pemerintah Indonesia punya landasan hukum dan UU Ketenagakerjaan, sayang semua masih dalam batas 'ada.' 

Baca Juga: Hidden Gems di Bali, Liburan Seru Saat Long Weekend Imlek 2023

Tak dimungkiri nyeri haid atau dismenore menimbulkan banyak efek buat wanita dan berpengaruh pada produktivitas kerja mereka. Dalam penelitian Pengaruh Dismenore terhadap Aktifitas Fisik  yang dilakukan di Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Dismenore menjadi satu masalah tersendiri yang banyak dialami kaum wanita.

Ada lebih dari 50 persen wanita yang menstruasi mengalami dismenore dan menjadi faktor penyebab terbanyak absennya kaum wanita pada jam kerja atau sekolah.

Gejalanya meliputi nyeri pada perut bagian bawah, mual, muntah, diare, cemas, depresi, pusing, nyeri kepala, letih-lesu, bahkan sampai pingsan. Keluhan-keluhan ini bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari, pada umumnya tidak lebih dari 3 hari.

Nyeri dapat dirasakan di daerah perut bagian bawah, pinggang, bahkan punggung. Dismenoreataunyeri menstruasi adalah karakteristiknyeri yang terjadi sebelum atau selama menstruasi, terjadi pada hari pertama sampai beberapahari selama menstruasi.

Hal ini adalah satu dari sekian banyak masalah ginekologi, mempengaruhi lebih dari 50% wanita dan menyebabkan ketidakmampuan beraktivitas selama 1-3 hari tiap bulan pada wanita tersebut. Absensi pada wanita dewasa saat sekolah akibat dismenore mencapai 25%.

Baca Juga: Wow Harga Emas Hari Ini Turun Rp10.000, Buruan Beli!

Dismenore mempengaruhi aktivitas fisik seseorang tergantung pada derajat nyeri yang dialaminya. Beberapa perempuan yang mengalami nyeri sedang hingga berat sering absen dalam sekolah maupun pekerjaan.

Pentingnya pemberian cuti haid ini semakin dianggap serius. Meski saat ini masih beberapa negara yang memberikan cuti haid, Eropa kini mulai meliriknya. 

Anggota parlemen Spanyol pada Desember tahun lalu mengadopsi RUU baru yang menciptakan cuti menstruasi bagi wanita yang menderita periode yang menyakitkan dan memperkuat akses ke aborsi di rumah sakit umum.

Teks ini diadopsi oleh para deputi di majelis rendah parlemen Spanyol pada pembacaan pertama, dengan 190 suara mendukung, 154 menentang, dan 5 abstain. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: EuroNews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X