PejuangKantoran.com - Pandemi ternyata berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Sebab, alokasi dana pendidikan dialihkan ke bidang kesehatan.
Sementara metode belajar dari rumah pun mengurangi daya serap siswa selama pembelajaran, demikian antara lain kesimpulan hasil penelitian Mursid Zuhri dan Arif Sofianto dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah yang berjudul “Hambatan dan Solusi Pembelajaran Jarak Jauh pada Era Pandemi Covid-19 Di Jawa Tengah”.
Namun sejalan dengan berlalunya masa pandemi dan membaiknya perekonomian di Indonesia, tingkat daya saing SDM Indonesia di dunia naik empat peringkat ke posisi 47 dari 64 negara di dunia.
Baca Juga: Agak Lain Nih, CEO AirAsia Tony Fernandes Menghadiri Rapat Manajemen Tanpa Kemeja
Naiknya tingkat daya saing SDM Indonesia tersebut dinilai sebagai pencapaian yang signifikan, karena sebelumnya Indonesia menempati posisi 51 pada tahun 2022.
Fakta tersebut merupakan hasil riset International Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) 2023.
IMD WTR 2023 membandingkan tingkat daya saing SDM di 64 negara dunia dengan mengevaluasi tiga faktor penentu: investasi dan pengembangan SDM, daya tarik bagi SDM asing, dan tingkat kesiapan untuk mempertahankan SDM di dalam negeri.
Retensi pekerja dalam negeri
Tahun ini, dampak pandemi Covid-19 sebenarnya masih mempengaruhi pemeringkatan SDM dunia. Pasalnya, sejumlah negara di Asia Timur, Amerika Selatan, dan Asia Selatan dan Pasifik masih belum pulih ke era sebelum pandemi.
Indonesia pun mengalami hal yang sama, karena sebelumnya peringkat daya saing SDM Indonesia berada di posisi 41 pada 2019.
Sementara sejumlah negara di Eropa Barat, Amerika Utara, dan sebagian besar Asia Tengah telah pulih ke kondisi prapandemi.
“Pandemi masih berdampak atas kualitas SDM, hal ini terbukti dari sebagian besar negara yang kami teliti belum berhasil kembali ke level sebelum pandemi terjadi,” jelas Profesor Arturo Bris Direktur World Competitiveness Centre (IMD) yang memproses riset WTR.
Indonesia sebenarnya telah melakukan sejumlah perbaikan terkait tingkat investasi dan pengembangan SDM, demikian menurut penelitian WTR.
Baca Juga: Canberra Kekurangan Guru Bahasa Indonesia, UPI Kirim Dosen Muda sebagai Guru Bantu di Adelaide
Misalnya saja melalui penerapan kerja magang, yang menempati peringkat 10 dunia. Kemudian prioritas pelatihan di tempat kerja, yang menduduki peringkat 14 dunia.
Artikel Terkait
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Ternyata Perempuan Bekerja Takut Alami Menopause, Kok Bisa?
Profil Zaizatun Nihajati Istri Mahfud MD, Sarjana Hukum yang Pernah Menjadi Guru SMA
Ingin Jadi Content Creator? Kamu Bisa Kuliah di Jurusan Content Creation di Universitas Ini!
Lagu Sudut Memori Terasa Personal karena Ditulis Yura Yunita untuk Mengenang Glenn Fredly
Waspada Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung KPU dan Perkantoran di Kuningan!