PejuangKantoran.com - Menjadi manajer boleh dibilang menjadi suatu pencapaian yang diimpikan karyawan-karyawan muda.
Nyatanya, berdasarkan survei, saat ini banyak karyawan muda tidak tertarik menjadi manajer. Menjadi pemimpin bukan lagi menjadi tujuan mereka.
Visier baru-baru ini melakukan survei terhadap 1.000 karyawan tetap di seluruh Amerika, yang belum menduduki posisi manajerial. Hasilnya, hanya 38% yang mengatakan tertarik menjadi manajer di perusahaan mereka saat ini.
Baca Juga: 4 dari 5 Bos adalah ‘Manajer Kebetulan’ yang Menjadi Pemimpin tanpa Pelatihan dan Pengalaman
Masalah ini hampir terjadi di semua industri. Saat ini, banyak perusahaan yang berjuang untuk mengisi posisi manajemen garis depan. Ini tentu saja risikonya sangat besar.
Mengapa peran manajerial menjadi kurang menarik?
Ada suatu masa ketika jabatan manajer dikaitkan dengan prestise, rasa hormat, bahkan mungkin kekaguman. Posisi ini menjadi kesempatan untuk menjadi memimpin.
Namun, pandangan tersebut sudah berubah dalam dekade terakhir. Karyawan muda tidak tertarik menjadi manajer. Salah satu alasannya karena kepercayaan terhadap kepemimpinan telah terkikis tajam.
Hanya 21% pekerja yang sangat setuju bahwa mereka memercayai kepemimpinan di perusahaan, dan jumlah tersebut terus menurun sejak pandemi.
Pada saat yang sama, muncul kecenderungan di mana "kontributor individu" bisa menikmati peningkatan status di banyak kalangan, terutama di perusahaan-perusahaan teknologi.
Seorang developer berbakat, misalnya, bisa naik jabatan di sebuah perusahaan tanpa harus mengelola orang.
Pada akhirnya, gaji dan tunjangan mereka mungkin akan sebanding dengan para pemimpin senior, namun mereka tidak harus bergulat dengan tantangan yang menyertai peran manajerial.
Baca Juga: Ketahuan Bos Sedang Mencari Pekerjaan Baru? Siap-siap, Ini 5 Kemungkinan yang Bakal Terjadi
Sementara itu, tekanan terhadap jabatan manajer juga semakin meningkat. Tantangan dalam memberikan hasil dan keuntungan telah bertambah dalam beberapa dekade terakhir, dengan meningkatnya tanggung jawab sebagai manajer.
Bagi banyak orang, tekanan dan komitmen terhadap waktu yang akan dihabiskan untuk pekerjaan, lebih besar daripada manfaat tambahannya.
Artikel Terkait
Sekretariat ASEAN Buka Lowongan Agriculture Officer, Food Agriculture & Forestry Division
Jenis Souvenir yang Selalu Dibeli Travel Experts Saat Liburan, Yang Penting Ada Memorinya!
Irzan Faiq Kaget Tak Ada Listrik, Sinyal, dan Internet Saat Syuting Saranjana Kota Ghaib
Emak-Emak Blogger dari Gen X Disebut sebagai Awal Mula Menjamurnya Content Creator Saat Ini
Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” dengan Jitu saat Wawancara Kerja
Oleh-oleh dari BIFF 2023! Watch It Burn, Film Terbaru Makbul Mubarak, Menang One Cool Award