PejuangKantoran.com - Siapa bilang perempuan cantik selalu mendapatkan keuntungan atau privilese di tempat kerja? Kata siapa perempuan berpenampilan menarik lebih berpeluang mendapat pekerjaan yang lebih baik?
Anggapan bahwa perempuan cantik lebih diistimewakan di tempat kerja tampaknya kurang tepat. Sebuah studi baru dari Polish Academy of Sciences justru menemukan fakta sebaliknya.
Studi yang melibatkan 11.583 responden tersebut menemukan bahwa laki-laki berpenampilan menarik lah yang cenderung mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan gaji yang lebih tinggi.
Baca Juga: Raihaanun Mau Main Film Apapun Genrenya, Asal...
Kesimpulan tersebut didapat setelah peneliti menguji data responden dari National Longitudinal Study of Adolescent Health (disingkat Add Health) di Amerika, selama lebih dari 20 tahun, dari remaja 15 tahun hingga mereka dewasa.
“Daya tarik fisik memang penting bagi laki-laki dan perempuan dalam mobilitas sosial antargenerasi, namun hal ini lebih penting bagi laki-laki,” tulis para akademisi, mematahkan anggapan lama bahwa daya tarik fisik hanya menguntungkan kaum perempuan.
Laki-laki berpenampilan menarik cenderung punya penghasilan yang lebih besar daripada laki-laki yang tampangnya rata-rata atau tidak menarik. Bukti bahwa daya tarik fisik lebih menguntungkan dalam urusan pekerjaan, kan?
“Dari tiga ukuran mobilitas sosial –pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan– laki-laki yang menarik secara fisik cenderung punya mobilitas sosial ketimbang laki-laki dengan daya tarik rata-rata,” lanjut para peneliti.
Remaja 15 tahun
Studi jangka panjang tersebut mengamati sekitar 20.000 orang dari masa remaja hingga dewasa. Seiring berjalannya waktu, jumlah responden berguguran sehingga total peserta studi menjadi 11.583 orang.
Peneliti mencatat sejumlah data mengenai kesehatan fisik, informasi demografis, data sosial ekonomi, dan peringkat daya tarik fisik dari responden yang saat itu berusia 15 tahun.
Baca Juga: Daftar Lengkap Desa Wisata Terbaik di Dunia 2023 Versi UNWTO, Ada Indonesia Nggak Ya?
Responden lalu datang setiap beberapa tahun untuk menjawab pertanyaan yang diberikan Add Health. Pada setiap kunjungan, pewawancara menilai daya tarik peserta – dengan skala empat poin: sangat menarik, menarik, tidak menarik, dan sangat tidak menarik.
Mengapa studi tersebut didasarkan pada penilaian penampilan remaja usia 15 tahun?
Menurut para peneliti the Polish Academy of Sciences, supaya adil untuk saat memulai penelitian. Remaja 15 tahun tentunya cenderung tampil apa adanya.
Artikel Terkait
Sah! Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi UNESCO, Bahasa Ke-10 yang Diakui dalam Konferensi Umum di Paris
Selamat, Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia Untuk Keenam Kalinya!
Sempat Digantikan Mira Murati, Sam Altman Kembali ke Posisinya sebagai CEO OpenAI
UMP Jatim 2024 Resmi Naik Sebesar 6,13 Persen, Apakah UMK Surabaya 2024 Juga Naik Sebesar Itu?
Beda Generasi, Ternyata Beda Juga Pendapatnya soal Jumlah Uang yang Bisa Memberikan Kebahagiaan
Wabah Pneumonia Merebak di China, Apakah Ini Cikal Bakal Pandemi Berikutnya?
Meski Sedih Tim Favorit Kalah, Tapi Anies Baswedan Senang JIS Jadi Tempat Pertandingan Sepak Bola Internasional