Umat Islam Kecewa Ka’bah Ditutup, Ini Momen Bersejarah Lain saat Kiblat Umat Islam Tak Bisa Diakses

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 12 Desember 2023 | 21:57 WIB
Kerajaan Arab Saudi mengarahkan untuk melakukan pemeliharaan berkala Ka'bah. Untu itu Ka'bah ditutup dan diberi pagar tinggi. (Twitter @theholymosques)
Kerajaan Arab Saudi mengarahkan untuk melakukan pemeliharaan berkala Ka'bah. Untu itu Ka'bah ditutup dan diberi pagar tinggi. (Twitter @theholymosques)

Sebelum pandemi, Ka’bah terakhir kali ditutup pada 20 November 1979 saat Juhayman al Otaybi menyerbu kiblat umat Islam tersebut, dan menyatakan beberapa tuntutan politik, termasuk pembubaran rezim Saudi.

Penyerbuan berlangsung sekitar 15 hari dan berakhir setelah Saudi mendapat bantuan pasukan khusus dari Prancis. Selama itu, Ka'bah ditutup selama dua pekan.

Baca Juga: Jangan Tersinggung Dulu, Ini Alasan Kenapa Mie Lethek Disebut Mie Terjelek di Dunia

3. Wabah kolera dan meningitis

Jauh sebelum itu, setelah abad ke-19 ada wabah kolera dan meningitis yang menyebar di Hijaz, semenanjung Arab. Saat itu, pihak berwenang tidak mengizinkan peziarah ke Mekah mulai 1837 hingga 1892.

4. Pembantaian peziarah oleh Qarmatian

Saat Syiah Qarmatian melancarkan serangan berhari-hari di Mekah dan jalur peziarah pada 930M, hal ini berimbas pada penurunan jumlah peziarah karena masalah keamanan.

Menurut sejarah, Qarmatian melarang ziarah selama lebih dari satu dekade. Sebelum meninggalkan Mekah, mereka bahkan mencuri pintu Ka'bah atau yang dikenal Hajar Aswad atau batu hitam selama 20 tahun.

Pada 952 Masehi, Abbasid akhirnya sampai harus membayar 120 ribu dinar agar batu hitam tersebut bisa dikembalikan.

5. Serangan Abraha ke Ka'bah

Saat Gubernur Yaman, Abrahah, membangun katedral di kota Saan untuk menarik peziarah pada pada 570 Masehi, ia menyadari Ka'bah telah menjadi destinasi utama bagi para peziarah.

Baca Juga: Modus Penipuan Baru (Lagi), Video Call dari Nomor Tak Dikenal Bisa Berakhir dengan Pemerasan!

Abrahah lalu mengerahkan pasukan militer untuk menghancurkan Mekah agar menggiring jemaah langsung menuju katedral sehingga Yaman menjadi satu-satunya tujuan para jemaah.

Akibat hal tersebut, Ka'bah ditutup dan banyak warga yang tidak bisa beribadah ke Mekah karena takut akan perang.

Semoga setelah pemeliharaan ini, Ka’bah tidak perlu ditutup lagi sehingga jemaah yang datang ke Tanah Suci bisa memiliki kesempatan untuk memegangnya, bukan hanya melihat dan berdoa di depannya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNN Indonesia, DetikHikmah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X