Bagaimana Rasanya Belum Pernah Berkencan?

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Selasa, 9 Januari 2024 | 15:23 WIB
Ilustrasi: Ada banyak alasan mengapa makin banyak orang Jepang yang enggan menikah. (Unsplash/Samuli Jokinen)
Ilustrasi: Ada banyak alasan mengapa makin banyak orang Jepang yang enggan menikah. (Unsplash/Samuli Jokinen)

PejuangKantoran.com - Sebuah pertanyaan mengemuka dalam riset lembaga Recruit Holding Co asal Jepang tentang pernikahan.

Bagaimana rasanya belum pernah berkencan?

Riset yang hasilnya termaktub pada laporan media laman japantoday.com edisi 7 Januari 2024 itu menunjukkan lebih dari sepertiga responden usia 20-40 tahun mengaku belum pernah berkencan.

"Seperempat dari jumlah responden itu juga mengaku tak punya niat berkencan maupun memiliki hubungan romantis apalagi menikah," imbuh Recruit Holding Co.

Recruit Holding Co mengeluarkan juga data risetnya sejak 2017.

Rasio antara responden pria dan wanita yang belum pernah berkencan maupun membina relasi romantis atau hubungan romantis ada di 34,1 persen.

"Rasio ini naik dari tahun ke tahun," tulis Recruit Holding Co.

Berkencan

Data Recruit Holding Co juga bilang bahwa ada 25,6 persen responden sejak akhir tahun lalu atau 2023, memilih untuk tidak menikah.

Jika data itu dibandingkan dengan data 2021, responden pada riset Recruit Holding Co yang memilih tidak menikah saat 2023 usai mengalami kenaikan jumlah.

Pada 2021, angkanya adalah 21,1 persen.

Lantas, pada 2023, angkanya menjadi 25,6 persen.

Sampai dengan September 2023, responden riset Recruit Holding Co yang memilih tidak menikah apalagi berkencan ada 1.200 orang.

Kemudian, riset Recruit Holding Co pada responden usia 20 tahun menunjukkan, 19,4 persen responden wanita di kelompok usia 20 tahun itu berpandangan bahwa berkencan atau hubungan romantis atau relasi romantis adalah perbuatan membuang-buang waktu dan uang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X