PejuangKantoran.com - Nama Wilfrida Soik pernah mencuat pada tahun 2010. Pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia itu didakwa membunuh majikannya, Yeap Seak Pen (60) pada 7 Desember 2010. Saat itu usia Wilfrida belum genap 18 tahun.
Pada 2014, Wilfrida Soik diancam dengan hukuman mati atas dugaan pembunuhan tersebut. Namun saat persidangan muncul fakta penting yang tak bisa diabaikan: Wilfrida masih di bawah umur sehingga ia tak bisa dijerat dengan undang-undang pidana untuk orang dewasa.
Prabowo Subianto, yang saat itu sudah mendirikan Partai Gerindra, aktif melakukan advokasi terhadap Wilfrida Soik. Ia terbang langsung ke Malaysia untuk memberikan bantuan hukum.
Baca Juga: Gibran: Membangun Indonesia dari Aceh Sampai dengan Papua
Prabowo menunjuk pengacara Muhammad Shafee Abdullah untuk mengawal sidang Wilfrida. Usahanya untuk membela TKI asal Belu, NTT, itu akhirnya membuahkan hasil.
Wilfrida dibebaskan dari ancaman hukuman mati pada 2015. Pertimbangannya, usianya saat bekerja masih di bawah umur. Wilfrida sendiri merupakan korban kejahatan perdagangan manusia.
Video call dengan Wilfrida
Oleh karena itu, Prabowo tampak takjub saat bertemu kembali secara daring dengan Wilfrida Soik.
Pertemuan secara virtual itu terjadi saat Aliansi Advokat Indonesia menghadirkan Wilfrida di acara deklarasi dukungan untuk Prabowo-Gibran di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat, (26/1/2024).
"Wilfrida bisa dengar saya kah?" tanya Prabowo.
"Bisa Pak," sahut Wilfrida.
"Wilfrida sekarang di mana?" tanya Prabowo lagi.
"Ada di Atambua Pak."
"Atambua? Di luar atau di dalam Atambua?" tanya Prabowo.
Artikel Terkait
Kekurangan Ganjar dan Anies yang Disebut Media Asing Bakal Bikin Prabowo Menang Satu Putaran
Media Asing: Gemoy dan Tangguh, Modal Prabowo Menang Satu Putaran
Bertemu Tokoh Adat Papua, Gibran: "Kami Tidak akan Pernah Meninggalkan Papua"
Pekerja Asing di Jepang Sudah Mencapai 2 Juta Orang
3 Pertimbangan Sebelum Memutuskan Kembali Bekerja di Kantor Lama yang Pernah Memecat Kamu
Jamin Pemilu Jujur dan Adil, TPM Ganjar-Mahfud Gelar Pembekalan untuk Agen Penguin 003
Jumpa Prabowo, Kardinal Suharyo: "Pimpinan Gereja Katolik Tidak Memihak, tapi Dukung Siapapun yang Terpilih"