BYD awalnya adalah pabrik baterai ponsel Motorola di China.
Pendiri BYD, Wang Chuanfu, mendirikan perusahaan ini di Shenzen pada 1995.
Pada 2007, BYD memperkenalkan ke banyak khalayak, mobil listrik buatannya untuk kali pertama.
Sejak saat itu, penjualan mobil listrik BYD melesat cepat.
Sejak saat itu juga, angka penjualan mobil listrik BYD makin menjulang.
Di China, sekitar 40 persen mobil listrik yang terjual adalah merek atau jenama BYD.
BYD juga mengembangkan diri pada pembuatan bus listrik.
Di luar China, BYD punya pabrik di 4 negara yakni Brasil, Hongaria, Thailand, dan Uzbekistan.
"Rencananya, Indonesia dan Meksiko adalah calon-calon pabrik BYD berikutnya," tulis straitstimes.
Terkini, nanti, pada 21 Februari 2024, 5000 mobil BYD akan tiba di Belanda sebagai ekspor perdana BYD ke Negeri Kincir Angin itu.
Catatan moncer BYD terjadi pula pada seluruh perjalanan tahun 2023 silam.
Kala itu, penjualan mobil listrik BYD sudah melampaui mobil listrik Tesla asal Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Besok Libur Ngantor, Coba Pose Yoga Mudah Ini untuk Hilangkan Stres Akibat Pekerjaan dan Dapatkan Sederet Manfaat Sehat Lainnya!
Travis Kelce 'Style', Gaya Rambut Kekasih Taylor Swift Ini Malah Banyak Ditiru Pria-pria Masa Kini
Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2024: Taylor Swift Cetak Sejarah
Apa Saja Isi Kepala Emak-emak di Pagi Hari?
Raja Inggris Charles III Terdiagnosis Kanker
Generasi Z Lebih Suka Pasangan Punya Penghasilan Sendiri: Survei
Coach Paman Tinggalkan Kerja Kantoran demi Passion Karier eSports Profesional, Duitnya Woow!
Beda Pandangan Gen Z dan Generasi Milenial soal Tempat Perayaan Pernikahan
Data: Gen Z Pengangguran di Indonesia Terbanyak di Asia Tenggara
Program Harga Promo, Incaran Favorit Generasi Z atau Gen Z
Kumpulan Quotes Semangat Kerja Buat Kamu yang Habis Long Weekend, Biar Kerja Makin Berenergi!
Ada Tambahan Kemampuan Berbahasa Inggris untuk Profesi Sopir Taksi maupun Bus di Jepang
Pekerja Migran Sopir Bus Umum di Singapura Dapat Fasilitas Tempat Tinggal
Film Horor Pasar Setan Mengangkat Isu tentang Cancel Culture di Dunia Maya