Mobil Listrik di China Belum Bisa Dibawa Pulang Kampung saat Imlek 2024

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Selasa, 13 Februari 2024 | 10:13 WIB
BYD C6 Electric Vehicle (landtransportguru.net)
BYD C6 Electric Vehicle (landtransportguru.net)

PejuangKantoran.com - Mobil listrik di China belum bisa dibawa pulang kampung saat Imlek 2024, faktanya.

Kejadian seperti itu menjadi hal unik saat kebanyakan rakyat China merayakan Imlek atau Tahun Baru China atau CNY 2024, tulis laporan straitstimes.com, Selasa 13 Februari 2024.

"Di pelosok perdesaan China belum ada stasiun pengecasan mobil listrik," kata telusuran media itu.

Mobil listrik menggunakan baterai, kebanyakan berbasis nikel sebagai sumber energi.

Alhasil, baterai mobil listrik harus melalui proses pengecasan untuk penggunaan ulang apabila daya kerja baterai menurun.

Tantangan bagi pemerintah China mengemuka lantaran infrastruktur stasiun pengecasan mobil listrik belum tiba menyeluruh hingga pelosok-pelosok China.

Pengecasan mobil listrik kebanyakan masih terdapat di perkotaan.

Kenyataan itulah yang membuat mobil listrik di China tak bisa dibawa mudik saat Imlek atau CNY 2024.

Fakta yang juga mengemuka, mobil listrik di China kini semakin menjadi kelaziman.

Masyarakat perkotaan China, secara khusus, kian menggemari mobil listrik.

Sementara, animo besar masyarakat China akan mobil listrik membuat produsen mobil listrik di China, BYD, makin populer namanya melampaui produsen mobil listrik China lainnya semisal Wuling, Zhongtong, Skywell, dan Golden Dragon.

Mobil listrik

Mobil listrik Wuling Air-EV varian Longe Range warna putih pristine dengan dekorasi khas Betawi disiapkan untuk KTT ke-43 ASEAN.
Mobil listrik Wuling Air-EV varian Longe Range warna putih pristine dengan dekorasi khas Betawi disiapkan untuk KTT ke-43 ASEAN. (Wuling.id)

BYD adalah singkatan dari Build Your Dream atau Bangunlah Mimpi Anda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X