Prancis Menunggu 10 Tahun Lebih untuk Kesetaraan Perempuan Jadi Pucuk Pimpinan di Perusahaan

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 7 Maret 2024 | 19:01 WIB
Menara Eiffel, ikon dari kota Paris, Prancis
Menara Eiffel, ikon dari kota Paris, Prancis

PejuangKantoran.com - Negara Prancis menunggu 10 tahun lebih untuk kesetaraan perempuan jadi pucuk pimpinan di perusahaan.

Survei terkini Deloitte yang dipublikasikan japantoday.com, Kamis 7 Maret 2024 menunjukkan hal itu.

Pada 2011, pemerintah Prancis merilis undang-undang baru yang memerintahkan agar 40 persen dari total anggota dewan direksi perusahaan adalah perempuan.

Sepuluh tahun lebih kemudian, barulah Prancis memetik buah dari penerapan undang-undang itu.

Lantas, per 2021, lagi-lagi Prancis merilis beleid baru, masih tentang bos perempuan di perusahaan, khususnya perusahaan besar.

Peraturan pada 2021 itu adalah upaya memperbanyak jumlah CEO perempuan sampai dengan 30 persen dari jumlah semua CEO di Prancis.

Menurut rencana, Pemerintah Prancis akan menambah jumlah CEO perempuan menyentuh angka 40 persen pada 2029.

Survei

Deloitte dalam surveinya juga menyebut bahwa mayoritas petinggi perempuan di perusahaan-perusahaan, masih hanya mengurus dua bidang yakni sumber daya manusia atau HRD dan marketing.

Survei Deloitte juga mencatat adanya perkembangan di perusahaan masuk bursa pada negara-negara Eropa.

Sampai kini di Prancis, ada 3 pemimpin perempuan pada perusahaan masuk bursa efek Prancis, CAC40.

Di bursa efek Jerman, DAX, Belen Gaijo, bos Merck yang jadi bos perempuan.

Di Italia, Giuseppina di Fogia adalah bos perempuan di perusahaan masuk bursa pada bursa efek di negara tersebut.

Giuseppina di Fogia adalah CEO perusahaan negara Italia untuk distribusi energi, Terna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X