Hari Perempuan Internasional
Adalah aktivis komunis yang memberikan bantuan hukum hak-hak perempuan, Clara Zetkin, yang menggagas Hari Perempuan Nasional menjadi Hari Perempuan Internasional.
Peristiwa itu terwujud dalam konferensi buruh perempuan pada 1910 di Kopenhagen, Denmark.
Singkat kata, 100 perempuan buruh dari 17 negara bersepakat dengan Clara Zetkin.
Lantas, ada 4 negara yakni Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss yang pertama kali merayakan Hari Perempuan Internasional pada 1911.
Kemudian, seabad Hari Perempuan Internasional sudah berlangsung pada 2011.
Hari Perempuan Internasional menjadi resmi secara internasional pada 1975.
Waktu itu, PBB, untuk kali pertama merayakan Hari Perempuan Internasional.
Selanjutnya, Hari Perempuan Internasional pada perayaan tahun 1996 menjadi peringatan Hari Perempuan Internasional pertama yang mengusung tema.
Waktu itu, temanya adalah "Celebrate the Past, Plan the Future".
Pada Hari Perempuan Internasional atau IWD peringatan 2024, dunia mengusung tema "Invest in women, Accelerate progress".
Fokus tema ini adalah menyoroti minimnya pendanaan internasional untuk upaya-upaya kesetaraan gender.
Artikel Terkait
Sudah Mau Puasa, Kapan Batas Waktu Ganti Puasa Ramadhan?
Aturan Mengqadha Puasa, Utang Puasa Sebelum Ramadhan Tiba
Prancis Menunggu 10 Tahun Lebih untuk Kesetaraan Perempuan Jadi Pucuk Pimpinan di Perusahaan
Ismaya Group Buka Lowongan Pekerjaan Sebagai Marketing Manager
Bos Perempuan Pimpin Perusahaan Besar Masuk Bursa di 4 Negara Eropa
Ahli Flebotomi atau Laboratory Assistant Diperlukan di PT Morula Indonesia, Cek Lowongan Kerjanya!
Bisakah Membawa Keluarga Jika Terpilih sebagai Penerima Beasiswa Fulbright?
Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Keresahan Kesetaraan Bermula dari Perempuan Buruh
Presiden Palestina Mahmoud Abbas: Prabowo Sukses Meraih Kepercayaan Saudara-saudara Se-Indonesia
Tahun Ini THR PNS akan Dibayarkan 100 Persen, Kapan Paling Lambat Harus Dibayarkan Perusahaan?