Namun Agni megatakan, hal tersebut belum tentu benar.
"Banyak yang masih mengetahui asal-usul mereka dan tidak ragu untuk mengakui identitas Tionghoa mereka," ungkapnya.
Baca Juga: Tak Ada Suasana Meriah yang Dirasakan 60.000 Warga Palestina Saat Shalat Idulfitri Di Masjid Al-Aqsa
Agni, yang sebelumnya mengajar sinologi di Universitas Indonesia, mengatakan bahwa proses akulturasi masyarakat adalah dinamis.
Pernikahan antar etnis adalah cara paling umum bagi orang Tionghoa untuk menjadi Muslim, meskipun hukum pernikahan di Indonesia tidak secara eksplisit mengharuskan non-Muslim untuk pindah agama untuk menikah.
Ia mencontohkan lontong opor ayam sebagai contoh perpaduan budaya Tionghoa dan Muslim Indonesia. Hidangan ini disajikan selama Lebaran.
"(Keluarga Muslim Tionghoa) saling menghormati satu sama lain dengan menyajikan hidangan halal," tambahnya kepada Al Jazeera.
Baca Juga: Pasangkan Amanda Manoppo dan Fajar Sadboy Jadi Kakak Adik di Paylater, Ini Alasan Sang Sutradara!
Namun, Johanes mengatakan bahwa ia juga mendengar bagaimana beberapa keluarga Tionghoa melakukan diskriminasi terhadap mereka yang memutuskan untuk memeluk agama Islam.
"Apapun motivasi awal mereka memeluk Islam, identitas unik mereka dan upaya mereka untuk membangun ruang untuk interaksi antarbudaya... dapat dianggap berhasil," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jika Kamu Dipecat atau di-PHK, Apa yang Harus Disampaikan Saat Wawancara Kerja Berikutnya?
Kantor Imigrasi dan Layanan Visa Online Bakal Mengalami Perubahan Jadwal Selama Lebaran
6 Pilihan Tas Kerja untuk Pria dan Wanita yang Stylish dan Cocok untuk Segala Keperluan
Tiap Lebaran, Emir Mahira Seru-seruan Foto Bareng Keluarga Kompak dengan Dress Code
Sah, Besok Lebaran! Hasil Sidang Isbat Putuskan 1 Syawal Jatuh Pada Rabu 10 April 2024
Gen Z dan Milenial Pilih Cari Pacar di Tempat Kerja daripada Menggunakan Aplikasi Kencan
15 Ucapan Idul Fitri untuk Bos dan Rekan Kerja dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia