PejuangKantoran.com - Semakin banyak orang Indonesia yang merantau ke luar negeri, entah untuk bekerja, belajar, atau mengikuti suami yang tinggal atau bekerja di sana.
Salah satu yang paling banyak menjadi negara tujuan orang Indonesia adalah Amerika Serikat (AS). Secara keseluruhan, AS memang mempunyai peringkat yang tinggi dalam indeks bekerja di luar negeri.
Baca Juga: CEO Dropbox Bilang, Karyawan Lebih Suka Bekerja Remote daripada Diberi Fasilitas Kantor yang Nyaman
Fakta tersebut dilaporkan oleh Internations, komunitas global untuk orang-orang yang tinggal dan bekerja di luar negeri, dalam laporan terbarunya, “Expat Insider”.
Menurut laporan tersebut, AS berada di peringkat pertama untuk pasar kerja lokal maupun prospek karir pribadi, dan peringkat ketujuh untuk budaya kerja dan kepuasan hidup.
Secara keseluruhan, AS berada di urutan ke-30 dari 53 destinasi yang merupakan negara yang baik bagi ekspatriat. Sebanyak 72% ekspatriat di AS mengatakan bahwa mereka bahagia dengan kehidupan mereka, setara dengan rata-rata global.
Meskipun begitu, para ekspatriat pada umumnya tidak senang dengan biaya hidup di AS, di mana sekitar setengahnya mengatakan pengeluaran sehari-hari terlalu tinggi.
Baca Juga: Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?
Negara ini juga berada pada peringkat kedua terburuk dalam hal keterjangkauan dan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, serta masuk dalam 10 negara terbawah dalam hal ketersediaan angkutan umum.
Nah, makanya untuk hidup nyaman di AS ada standar penghasilan tertentu yang sebaiknya dipenuhi. Kamu harus punya penghasilan enam digit untuk bisa hidup nyaman di negara bagian AS yang paling mahal, demikian menurut analisis SmartAsset.
Yang dimaksud “nyaman” itu adalah punya pendapatan bulanan yang diperlukan untuk menutupi anggaran 50/30/20.
Artinya, 50% pendapatan harus bisa dialokasikan untuk biaya perumahan dan utilitas, 30% untuk pengeluaran tambahan, dan 20% untuk tabungan atau investasi.
Pendapatan yang dibutuhkan setiap negara bagian tersebut diperkirakan berdasarkan biaya kebutuhan, dengan menggunakan data dari MIT Living Wage Calkulator.
Berikut adalah 10 negara bagian dengan biaya hidup termahal, dan berapa besar gaji yang dibutuhkan pekerja lajang untuk hidup nyaman di Amerika:
Artikel Terkait
Pantesan Banyak yang Minat Dimutasi, ASN Dapat Apartemen di IKN termasuk Biaya Pengepakannya
Pejuang Kantoran Singapura Boleh WFH-WFA Mulai 1 Desember 2024
Masih Ada Waktu! Beasiswa S2 Luar Negeri Kominfo 2024 Ke India, Belanda, Inggris, dan Perancis
Pilihan Universitas/Program Studi dan Mekanisme Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo ke India dan Inggris
Beasiswa S2 Kominfo 2024 ke Belanda Tawarkan 5 Program Studi di University of Twente, Enschede
Samsung Tugaskan Bos-bos Bekerja 6 Hari Seminggu akibat Penjualan Kuartal Akhir 2023 Menurun
3 Kampus di Prancis dengan Program Studi AI dan IoT Systems, Mitra Beasiswa S2 Kominfo 2024