Peneliti Kehilangan Gelar PhD Setelah Suami Jadi Peserta dalam Penelitian dan Memalsukan Data

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 1 Mei 2024 | 16:04 WIB
Ilustrasi: Ping Dong, mahasiswa doktoral di University of Toronto tahun 2012 hingga 2017, kehilangan gelar PhD-nya, dan tesisnya dinyatakan gagal karena melakukan pelanggaran. (Freepik)
Ilustrasi: Ping Dong, mahasiswa doktoral di University of Toronto tahun 2012 hingga 2017, kehilangan gelar PhD-nya, dan tesisnya dinyatakan gagal karena melakukan pelanggaran. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Seseorang yang berstatus mahasiswa doktoral sejatinya memiliki integritas akademik, yang bertindak dengan cara yang jujur, adil, penuh rasa hormat, dan bertanggung jawab dalam studi dan pekerjaan akademiknya.

Namun mahasiswa doktoral yang satu ini agak laen. Ping Dong, yang menjalani studi doktoral di University of Toronto dari tahun 2012 hingga 2017, kehilangan gelar PhD-nya, dan tesisnya dinyatakan gagal karena pelanggaran yang telah dibuatnya.

Pihak universitas mengungkapkan bahwa pencabutan tersebut muncul dari pelanggaran serius dan merupakan subjek dari investigasi institusional.

Baca Juga: Hari Buruh Tanggal 1 Mei Adalah Hari Libur, Tapi Adakah Cuti Bersama 2 Mei Sebagai Hari Pendidikan Nasional?

Untuk menyusun tesisnya, Dong melakukan penelitian mengenai bagaimana pelanggaran moral dan perilaku tidak etis, seperti penggelapan pajak atau perzinahan, mempengaruhi pilihan konsumen.

Menurut laporan universitas, tesisnya memiliki "tingkat duplikasi yang tidak mungkin" dalam jawaban yang diberikan oleh para peserta penelitian untuk pertanyaan terbuka.

Dong diduga mengaku kepada mantan pengawasnya bahwa suaminya menyamar sebagai peserta dalam penelitiannya, dan bahwa dia tidak berhasil mengacak hasil penelitiannya dengan benar, meskipun pengawasnya membantah bahwa Dong pernah mengakui hal ini kepadanya.

Anomali data

Tesis Dong menghasilkan tiga makalah yang diterbitkan, yang total sudah dikutip 29 kali, menurut Web of Science Clarivate.

Dua dari makalah tersebut telah ditarik kembali sebelum keputusan pengadilan karena anomali data yang ditemukan oleh pembaca.

Menurut dokumen pengadilan, masalah dengan tesis tersebut mulai muncul pada Mei 2018 ketika editor Psychological Science saat itu, Steve Lindsay, menghubungi Ping Dong dan Chen-Bo Zhong, rekan penulis dan penasihat fakultas Dong.

Baca Juga: Kebanyakan Orang Masih Mengandalkan Memori atau Mencatat di Kertas untuk Mengingat Password

Lindsay menerima laporan dari seorang pembaca mengenai pola anomali dalam data dalam artikel Dong tentang kegelapan dan ketakutan akan infeksi.

Saat itu Lindsay sudah meminta penasihat statistik untuk menilai laporan tersebut, dan penasihat tersebut mengonfirmasi bahwa ada masalah dalam data tersebut.

Dong memiliki makalah lain dari tahun 2013 yang juga diterbitkan di Psychological Science yang tidak diselidiki. Lindsay mengatakan, penasihat itu mungkin berasumsi bahwa Dong adalah peneliti yang masih berada di awal karirnya, dan gagal mencari makalah lain yang telah dia terbitkan di jurnal tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Retractionwatch.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X