PejuangKantoran.com - Belakangan ini, ramai diberitakan bahwa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) tutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat. Berita sedih ini diungkapkan oleh akun @never_alonely di X.
Dia menyebut, bahwa pabrik tersebut sudah berhenti produksi pada 30 April 2024 lalu. Dalam video tersebut, tampak ratusan pekerja pabrik BATA berjalan meninggalkan area pabrik. Sayup-sayup terdengar salah satu pekerja mengatakan, "Selamat tinggal, Sepatu Bata".
Unggahan ini pun sudah dibenarkan oleh Manajemen BATA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: Lowongan Kerja Recruitment Manager (Civil Infrastructure & Mining) di PT Sumber Mitra Jaya
Manajemen BATA menyebutkan ke public bahwa pabrik ini ditutup lantaran berkurangnya permintaan produk karena persaingan ketat dan perubahan selera konsumen.
Mereja juga menjelaskan bahwa langkah penghentian aktivitas produksi pabrik di Purwakarta didasari oleh Keputusan Direksi tanggal 30 April 2024 yang sebelumnya telah disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris pada 29 April 2024.
"Keputusan untuk menghentikan aktivitas produksi Pabrik PT Sepatu Bata Tbk yang berada di Purwakarta berdasarkan Keputusan Direksi tanggal 30 April 2024 yang sebelumnya telah disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris tanggal 29 April 2024," kata Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko, dikutip pada Sabtu (4/5/2024).
"Dengan adanya keputusan ini, maka perusahaan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta," tulis Hatta Tutuko, Director & Corporate Secretary Sepatu Bata dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/5).
Baca Juga: Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Dia juga menyebut, model-model sepatu dan produk alas kaki lain yang dibuat di pabrik Purwakarta sudah mengalami permintaan penurunan di pasar.
"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun," beber Hatta.
"Dan kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia."
Keputusan ini merupakan hal terbaik yang dapat diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh dan kesepakatan semua pihak-pihak terkait untuk mengefektifkan operasional BATA.
Artikel Terkait
Peneliti Kehilangan Gelar PhD Setelah Suami Jadi Peserta dalam Penelitian dan Memalsukan Data
Bekerja di Kantor Menjadi Batu Loncatan bagi Karyawan Pria agar Karir Lebih Cepat Naik
Hati-hati Pakai Pengharum Ruangan, Bisa Memicu Masalah Iritasi hingga Peradangan!
DailySocial PHK Seluruh Karyawan, dan Umumkan Perusahaan Riset dan Konsultasi Berbasis AI
Heboh "Pemangkasan" Jumlah Bandara Internasional di Indonesia, dari 34 Kini Tersisa 17!
Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Gen Global, Generasi Pekerja Terbaru yang Menyasar Fleksibilitas dan Gaji di Perusahaan Global
Alasan Indonesia Tawarkan Kewarganegaraan Ganda untuk WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Pandemi Berlalu, 65% Gen Z dan 72% Milenial Ingin Lebih Banyak Liburan Tahun 2024
Daripada Merekrut Karyawan Baru dari Luar, Perusahaan Lebih Suka Quiet Hiring dari Dalam