2. India
Belanja pertahanan (2022): $54,2 miliar
Tenaga Kerja: 1.450.000
India punya armada tank dan kendaraan tempur lapis baja yang cukup besar. Militernya dilengkapi persenjataan nuklir dan jet tempur modern, termasuk Rafale dan Su-30. Angkatan lautnya membangun kapal perang sendiri, termasuk kapal induk INS Vikramaditya dan INS Vikrant.
3. Korea Selatan
Belanja pertahanan (2022): $42,1 miliar
Tenaga Kerja: 555.000
Baca Juga: Ditanya Soal Gaya Kepemimpinan, Prabowo Janji Akan Buat Rakyat Indonesia Sejahtera
Negara ini memiliki armada besar pesawat militer, jet tempur, dan helikopter tempur, yang akan membuatnya unggul jika terjadi konflik bersenjata dengan Korea Utara.
Korea Selatan juga telah mengembangkan KF-21 Boramae, jet tempur generasi keempat, yang mampu menghindari radar -teknologi yang biasa ditemukan pada jet tempur generasi kelima.
4. Jepang
Belanja pertahanan (2022): $55 miliar
Tenaga Kerja: 240.000
Jepang merupakan rumah bagi beberapa produsen persenjataan lokal. April lalu, pemerintah Jepang memesan kepada Mitsubishi Heavy Industries untuk mengembangkan rudal jarak jauh senilai $2,8 miliar di tengah meningkatnya ancaman dari Tiongkok.
5. Turki
Belanja pertahanan (2022): $14,5 miliar
Tenaga Kerja: 425.000
Beberapa dekade terakhir Turki berhasil mengurangi ketergantungan eksternal terhadap senjata dan peralatan militer. Terdapat lebih dari 700 proyek yang sedang berjalan di industri pertahanan negara tersebut dengan nilai lebih dari $70 miliar, pada Oktober 2022.
Baca Juga: Kriteria Layanan Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS yang Harus Dipenuhi RS Mitra BPJS Kesehatan
6. Israel
Belanja pertahanan (2022): $22,6 miliar
Tenaga Kerja: 173.000
Negara dengan militer terkuat di Asia berikutnya adalah Israel dengan teknologi pertahanan udaranya. Hampir 40% armada pesawatnya terdiri atas jet tempur. Ia memiliki 175 jet F-16 dan 27 F-35 di antara beberapa jet lainnya. Hal itu memungkinkannya menjadi eksportir utama sistem pertahanan udara.
7. Arab Saudi
Belanja pertahanan (2022): $75 miliar
Tenaga Kerja: 225.000
Salah satu eksportir minyak terbesar ini memanfaatkan keunggulan ekonominya untuk memperkuat kemampuan militernya. Pada 2023 anggaran belanja militernya sebesar $75 miliar, yang artinya 7% dari PDB dan 40% dari seluruh belanja pertahanan di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Cara Menjawab Pertanyaan “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Wawancara Kerja
Begini Contoh Jawaban Jika Ditanya: “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Interview
Revitalisasi Kawasan Pecinan Semarang, Kelenteng Tay Kak Sie dan Gapura Masuk Segera Dibenahi
Umay Shahab dan Prilly Latuconina Tepis Anggapan Garap Temurun karena Film Horor Lagi Booming
7 Pekerjaan Bergaji Tinggi untuk Kamu yang Punya Skill Berpikir Analitis dan Suka Membaca Data
Beda Analytical Thinking dan Critical Thinking, Dua Skill yang Dibutuhkan untuk Mengambil Keputusan
Perkuat Relasi dengan Promedia Teknologi, Bank Jateng Bahas Berbagai Kerjasama Ke Depannya